Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Bhtrg

Aku adalah satu diantara mereka dan kamu. Aku hanya bagian dari yang tidak terpisahkan diantara selengkapnya

Nama-Nama Karo Yang Nyentrik Dan Filosofinya (Budaya Karo)

REP | 24 February 2011 | 14:26 Dibaca: 2988   Komentar: 19   7

Nama Yang Unik Bukan?

Nama Yang Unik Bukan?

Tahukan anda orang KARO itu memiliki nama yang aneh dan lucu. Mereka-mereka yang memilki nama-nama ini bisa saja menjadi apa saja, namun dengan nama itu mereka adalah mereka yang unik dari suatu suku bangsa di Indonesia yaitu SUKU KARO yang tinggal di dataran tinggi Karo Sumut. Nama-nama itu  misalnya:

1. Semangat Sembiring (pengusaha)

2. Hemat Brahmana (Profesor)

3. Bangun Tarigan (Seorang Guru Kesenian)

4. Derom Bangun  (Salah seorang wakil Indonesia di Bank Dunia)

5. Merek Sembiring (dosen PTN)

6.Tjokong (Cokong) Tarigan (Jendral)

7. Jamin Ginting (Jendral/Pejuang Nasional)

7. Djaga (Jaga) Depari (Seniman Nasional)

8. Dll…………silah check di Google.

Jangan heran jika anda menemukan tulisan di blog ini dan blog lainnya jika ada kisah Tuhan terjepit saat sebuah bus masuk jurang, itu pasti bukan Tuhan YME, namun salah seorang karo yang bernama TUhan Tarigan (alm) yang ditulis dalam kisah nyata itu.

Pada dasarnya nama-nama orang karo adalah nama yang diperoleh dari lingkungan dan apa yang terjadi disekitarnya disaat seorang bayi itu dilahirkan. Terkadang berdasarkan keadaan yang sedang dialami misalnya. Anak lelaki yang diharapkan maka namanya Pengarapan Tarigan (seorang Profesor check di google). Atau keluarga sedang sangat bahagia, maka nama anaknya disebut Bahagia Tarigan ( Dosen di PTN di Medan check google).  Ini adalah salah satu keunikan SUKU KARO yang mungkin sangat langka, diantara suku-suku di nusantara.

Walaupun nampaknya sederhana, namun ini memiliki makna yang sangat dalam (memilki nilai filosofi) karena seorang akan dapat mengenal sejarah keluarga itu dari mengingat nama anaknya. Ini merupakan sebuah cara yang tradisional namun cukup efektif yang dilakukan selama ini.  Misalnya saat terjadi perayaan kemerdekaan RI, dan lahirnya seorang anak, maka kemungkinan besar namanya adalah Merdeka Sembiring (Sembiring adalah marganya).

Walaupun belakangan ini nama-nama suku Karo telah berubah sesuai perkembangan jaman, dengan menggunakan nama-nama artis ternama dunia, atau nama nabi dalam dari kisah religi atau mengadopsi nama dari negara lain namun jika diselidiki lebih dalam bahwa nama itu memilki filosofi tersendiri.  Nama Anak penulis misalnya Avenia Inkreasinta br Tarigan. Nama Avenia berasal dari Avenue yang artinya jalan/road. Inkreasinta berasal dari kata increasing yang diartikan bertahap menaik ditambah ta yaitu akhiran suku karo yang berarti milik kami.

Avenia = Avenue = Jalan; Inkreasinta =increasing = menaik; ta = akhiran menyatakan milik dalam bahasa karo. Setiap memangil nama ini akan mengingatkan penulis, bahwa saat Avenia dilahirkan, pada saat Avenia berumur 40 hari, ia ditingalkan ibunya di Medan, karena harus melanjutkan sekolah ke Malaysia. Nama itu juga mengingatkan bahwa Tuhan memberikan Avenia, disaat ada kesempatan/jalan yang menanjak dimana ibunya mendapatkan beasiswa sekolah S3 ke Malaysia.

Walaupun karo telah memakai nama nasional, biasanya masih mengunakan nama dari suku kata etnik Karo sebagai contoh: Feri Liasta Sitepu, nama Feri adalah Nasional, namun Liasta adalah nama Karo, yang artinya sopan, lembut, baik dan Sitepu adalah anak marga dari Karo-karo. Demikianlah sebagian dari sebuah keunikkan  suku Karo dan filosofi dari sudut pembentukan nama.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 9 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Menuju Organisasi Advokat Muda yang …

Valerian Libert Wan... | 7 jam lalu

Semoga Jokowi-JK yang Membuka Indonesia …

Bambang Trim | 7 jam lalu

Dialog Sunyi dari Hati ke Hati dengan Gus …

Puji Anto | 7 jam lalu

Satu Lagi Atlet Muslim Yang Di …

Djarwopapua | 7 jam lalu

Eksposisi, Argumentasi, Deskripsi, Narasi, …

Sigit Setyawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: