Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Fahrie Muhammad

Seorang Mahasiswa FISIP Jurusan Hubungan Internasional

Istana Asseraiyah Hasimiah(Istana Siak)

REP | 06 April 2011 | 23:10 Dibaca: 610   Komentar: 3   0

Selam saya kepada kompasianer yang berbahagia

Pada kesempatan ini, izinkan saya mendeskripsikan sedikit mengenai ‘atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Istana Siak’.

Gambaran Umum Istana Siak.

Istana Asseraiyah Hasimiah atau yang biasa dikenal dengan sebutan Istana Siak adalah istana yang terletak di kabupaten siak provinsi Riau, yang mana jarak antara Istana Siak dan ibukota provinsi Pekanbaru berjarak 120 Kilometer. Istana ini dibangun oleh Sultan Siak XII yang bernama Asayaidis Syarig Hasim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 selesai dibangun pada tahun 1893. Luas komplek dari Istana ini sekitar 32.000 meter persegi, terdiri dari Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, Istana Baroe, gudang, serta tangki air, namun luas dari bangunan Istana Siak itu sekitar 1000 Meter terdiri dari lantai dasar dengan kamar utama dan ruang tamu dua bagian, yaitu tamu laki laki menggunakan Tirai Hijau Lumut dan perempuan menggunakan Tirai Beludru.

Arsitektur Istana

Istana Siak dibangun dengan menggunakan beberapa aksitektur berbeda yaitu, menggunakan arsitektur Melayu, Arab dan Eropa yang digabung atau dikombinasikan, sehingga bentuk dari Istana Siak sangatlah unik dan berbeda dengan Istana pada kerajaan lainnya. Salah satu contok dari corak Arsitektur Eropa kental terlihat pada bagian dinding Istana Siak, yang mana dihiasi dengan keramik khusus yang dipesan langsung dari Prancis.

Bangunan Istana Siak terdiri dari dua lantai, yang mana lantai bawah terdiri dari 6 ruangan yang berfungsi sebagai ruang untuk menerima tamu Istana dan juga difungsikan sebagai ruangan untuk mengadakan sidang. Selain itu, pada bangunan Istana Siak terdapat pilar berbentuk bulat pada setiap sudutnya. Pada bagian ujung puncak Istana Siak terdapat hiasan burung Garuda dan semua pintu dan jendela berbentuk kubah dengan hiasan mozaik kaca. Lantai bawah terdiri dari 6 ruangan yang berfungsi untuk menerima tamu dan ruang sidang. Di lantai bawah istana terdapat ruang besar utama yang terbagi atas ruang depan istana, ruang sisi kanan, ruang sisi kiri, dan ruang belakang, sedangkan lantai atas terdiri dari 9 ruangan yang difungsikan pada kegiatan yang lebih bersifat hubungan keluarga yaitu, sebagai tempat istirahat Sultan Siak dan keluarganya serta difungsikan juga untuk menerima tamu kerajaan.

Berikut ini beberapa penjelasaan mengenai bangunan-bangunan Istana Siak :

· Istana Baru

Bangunan yang dibangun pada masa sultan terakhir Siak ini terletak di barat bangunan utama dari Istana Siak. Bangunan Istana Baru berbentuk persegi empat berukuran sekitar 19 Meter x 15, 7 Meter. Terdapat enam ruangan yaitu ruang depan, ruang tamu, ruang kerja, ruang makan, dan 2 buah kamar tidur dari Istana baru. Selain itu, pada bagian samping kanan dan kiri terdapat teras.

· Istana Panjang

Selain Istana Baru, terdapat juga Istana lain yang bernama Istana Panjang, yang mana Istana ini terletak di sebelah timur bangunan Utama Istana. Berdasarkan pernyataan keluarga keturunan Sultan, dahulunya Istana Panjang terbuat dari kayu, namun sekarang ini Istana ini hanya terdapat bekas lubang-lubang bekas tonggak (tiang).

· Istana Limas

Bangunan Istana Limas sekarang ini sudah tidak ada, namun berdasarkan pengatahuan dari masyarakat siak, bangunan ini terbuat dari bahan kayu.

· Gardu Jaga Lama

Gardu Jaga terletak di sebelah kiri dari bangunan Istana Baru, yang mana bangunan ini berbentuk bulat silinder yang terbuat dari batu bata. Selain itu, diameter bangun Gardu Jaga Lama berukuran 3 Meter dengan 1 buah pintu didepan berbentuk kubah.

· Dapur dan Kolam Istana

Dapur Istana terletak di bagian belakang kanan dari bangunan Istana Baru. Sisa dari bangunan ini adalah bagian dindingnya yang terdiri dari 3 ruangan berjajar. Dapur Istana ini tidak terawat sehingga saat ini difungsikan sebagai gudang . Selain itu terdapat juga kolam Istana Siak pada bagian depan dapur Istana. Kolam ini berbentuk bulat dengan diameter 5,30 Meter dan tinggi fondasi 40 Cm dan Ketebalan dari dinding kolam sekitar 26 Cm.

Fungsi Istana Siak

Istana Siak pada masa dahulunya berfungsi sebagai tempat bagi Sultan Siak melaksanakan pemerintahannya. Namun, sekarang Istana Siak berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga peninggalan Sultan.  Kesultanan yang dahulunya memerintah rakyatnya, sekarang ini tidak lagi memerintah. Hal ini dikarenakan bergabungnya kesultanan Siak kepada NKRI.

Setelah membaca sedikit tentang Istana Siak, saya berharap masyarakat Siak khususnya dan masyarakat Riau pada umumnya, dapat menjaga benda-benda berhaga seperti Gramofon dan lain-lain. Masyarakat Riau juga harus mendukung masyarakat Siak dalam hal itu. Bagaimanapun juga, kesultanan Siak merupakan peninggalan sejarah Melayu di Riau yang berharga dan sangat berhubungan dengan kerajaan lain di Riau, bahkan dahulunya berhubungan dengan Kesultanan Johor Malaysia.

Sekian,

Written By. Muhammad Fachrie

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Lebaran di Jerman dengan Salad …

Gitanyali Ratitia | | 29 July 2014 | 16:53

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Memilih Tempat yang Patut di Kunjungi, Serta …

Tjiptadinata Effend... | | 29 July 2014 | 19:46


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: