Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Anis Yuniartiayani

simple, kerja keras, suka tantangan baru.

Grup Musik Tradional Calung Funk

REP | 27 September 2011 | 02:00 Dibaca: 792   Komentar: 0   0

Dengan mengandalkan angklung, tripuk, bedug dan tamborin, Istiqlal yang akrab disapa Isti bersama kelima temannya, bekerja sebagai pengamen jalanan di sebelah barat kawasan Malioboro Mall Yogyakarta. Mereka tergabung dalam grup musik tradisional calungfunk, yang menimbulkan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung Malioboro di waktu malam.

Musik ini berasal dari Purbalingga, yang dibawa ke Yogyakarta pada tahun 2008 oleh 6 personel aslinya, yang kemudian tinggal di kampung Gemblakan Bawah Rt 19/07, hingga 4 personel aslinya keluar karena bekerja di Purbalingga. Kemudian posisi mereka yang keluar digantikan oleh Isti beserta joni, bani dan didik yang merupakan warga asli gemblakan.

Nama Calungfunk sendiri sebenarnya bukan nama asli musik asal Purbalingga ini. Di daerah asalnya musik ini sering disebut tilung atau sama dengan angklung. Nama Calungfunk ini diberikan oleh Isti, agar lebih enak diucapkan, terlebih semua anggotanya masih berusia muda.

“Nama calungfunk muncul saat kami mengikuti sebuah event di Benteng Vredeburg, ketika akan dipanggil panitia untuk pentas grup kami tidak punya nama, kemudian munculah nama calung, dalam bahasa sunda berarti angklung”, ujarnya di Malioboro, Minggu (27/06/2010).

Isti mengaku, sudah 1,5 tahun ini bergabung dalam grup calungfunk menjadi pengamen jalanan, menetap di kawasan sebelah barat malioboro mall, setelah sebelumnya menjadi pengamen keliling selama 4 bulan dari bulan oktober 2008, juga dengan grup yang sama.

Selain untuk mencari nafkah, bergabungnya Isti dan kawan-kawannya di grup musik ini untuk menyalurkan kecintaan mereka terhadap musik. Dimana saat ini, sekitar 100 lagu sudah mereka kuasai, mulai dari pop, dangdut dan campur sari.

Diungkapkan Isti, dalam musik calungfunk, angklung menjadi instrument yang sangat penting untuk membentuk nada di setiap lagu yang dimainkan. Jika pemain angklung sudah mampu menguasai lagu, maka pemain lain tinggal mengikuti irama dari angklung tersebut.

“Yang terpenting angklung, yang sama fungsinya dengan keyboard atau organ, kalau angklungnya sudah bisa memainkan lagu, baru kita bisa semua dan latihannya sambil jalan, dengan sedikit mengubah aransemen lagu”, katanya

Setiap malam, Isti dan kawan-kawannya mengais rezeki sebagai pengamen jalanan di malioboro mulai pukul 7 hingga 10 malam. Jika tidak terkendala hujan, pendapatan Isti dan kawan-kawannya saat mengamen minimal 200-300 ribu per malamnya, tetapi jika hari jumat atau malam minggu dan hari minggu, pendapatan mereka bisa mencapai 500 ribu rupiah dalam semalam.

Selain di Malioboro, grup musik calungfunk ini juga sudah sering tampil mengisi acara di berbagai tempat dan berbagai kota, beberapa diantaranya Jakarta, Pacitan, Madiun dan Bali. Isti mengaku Bali merupakan tempat yang paling berkesan baginya.

“Kami pernah bermain di Bali, waktu itu pas ada acara syukuran pembangunan rumah milik salah satu orang terpandang di bali, seorang bisnisman patung bernama pak wayan dan kita diundang diacaranya”, ujarnya.

Saat ini grup musik calungfunk juga mendapat perhatian dari pemerintah kota Yogyakarta, setiap kali digelarnya berbagai acara resmi pemerintah kota Yogyakarta, grup musik ini kerap diminta untuk mengisi dalam berbagai acara hiburan dan seni.

13170884112025900038

Grup musik calung funk pengamen jalan di sebelah barat Malioboro mulai dari pukul 19.00 sampai 22.00 wib.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produksi Murah Jualnya Mahalan …

Gaganawati | | 23 October 2014 | 16:43

Astaghfirulloh, Ada Kampung Gay di …

Cakshon | | 23 October 2014 | 17:48

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

”Inspirasi Pendidikan” dari Berau …

Rustan Ambo Asse | | 23 October 2014 | 18:22

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 6 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 11 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 12 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 13 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Terlalu Banyak Omong = Tidak Bermutu …

Rachmadia Athaya | 8 jam lalu

Menikmati Kemenangan Jokowi …

Lilik Agus Purwanto | 8 jam lalu

Maju Mundur Cantik Kabinet Jokowi ala …

Yudhi Hertanto | 8 jam lalu

Ssstt….Ada Srikandi di Tol Laut …

Aqshaya | 8 jam lalu

Penderita Lumpuh Layu Itu Hidupi Dua …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: