Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Liu Hendra Subrata

About Me http://www.apartemen-murah.com/about/

Mencari Orang Hilang

REP | 31 December 2011 | 16:26 Dibaca: 1021   Komentar: 0   0

By Hendra Subrata

Mencari orang hilang itu susah susah gampang. Ada beberapa hal yang perlu diketahui, yaitu : siapa yang hilang, mengapa hilang dan siapa yang menghilangkan.

Kisah nyata di suatu daerah di Pontianak, Kalimantan Barat. Ada seorang pegawai suatu perusahaan perkayuan mengemudkan speedboat dari Pontianak ke logpond ( yaitu: tempat penumpukan kayu di pinggir sungai Kapuas ) di daerah yang jauh dari kota Pontianak. Dia berangkat dari pagi, tapi sampai sore tidak sampai ke tempat tujuan juga.

Keesokan harinya, rekan rekannyapun mengadakan pencarian. Speed boatnya ditemukan di pinggir sungai di antara semak semak. Mereka pikir, mungkin dia terpental ke dalam hutan.Merekapun mencari ke dalam hutan. Namun, mereka tidak menemukannya.

Seperti kepercayaan masyarakat di sana, merekapun pergi ke seorang paranormal. Mereka memanggil dia Taypak ( pak de ). Mereka mau tahu apakah temannya masih hidup atau sudah meninggal. Pak De itu bilang, temannya masih hidup. Dia tidak jauh dari speed boat. Dan Pak De itupun membekali mereka dengan kemampuan melihat dan mendengar.

Keesokan harinya, merekapun berangkat ke tempat kemarin. Memang tidak jauh, di atas pohon, mereka mendengar ada yang memanggil. Alangkah terkejutnya mereka, karena temannya ada di atas pohon.

Setelah menolong temannya, merekapun bertanya kepadanya: Kami sudah mondar mandir di bawah pohon itu sebelumnya, tetapi kami tidak melihatmu. Jawab temannya: Saya melihat kalian mondar mandir, saya melihat kalian tapi kalian tidak melihat saya. Saya memanggil kalian, tapi kalian tidak mendengar. Lalu mereka bertanya lagi: Selama tiga hari, kamu makan apa saja ?Jawabnya: Ada seorang kakek tua berjanggut panjang mengajak saya ke sebuah pusat keramaian / pasar. Dia sangat baik dan menjamu saya makan mie…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: