
masih perlu banyak belajar, perlu banyak baca. perlu nerima ribuan kritikan dan ribuan kegagalan. tak ada yang lebih sulit ketimbang harus bikin sebuah tulisan. tapi dengan tulisan, semua bisa berubah. Simply BELIEVE.
Dibaca: 113
Komentar: 0
Nihil
“Ah biasa saja. Kirain pintu koboi itu seperti apa, ternyata sama saja seperti yang lalu. Kalau modelnya begini, mana mungkin bisa atasin penumpang untuk tidak naik ke atap,” kata Jay, tukang ojek yang mangkal persis di samping tiang tempat palang itu dipasang.
Kata dia, walaupun sudah ada palang masih banyak penumpang yang naik ke atap. Bahkan ada beberapa bocah yang mengang gap palang itu seperti mainan.
“Anak-anak kecil itu sengaja berdiri di atas kereta, kalau sudah dekat, langsung tiduran. Dan ka lau sudah bisa lewat, nanti me reka teriak-teriak,” katanya.
kutipan dari rakyatmerdekaonline
beginilah penuturan warga terkait dengan pemasangan penghalau Atapers di Indonesia. berbagai macam cara telah dilakukan oleh PT. KAI untuk menghilangkan penumpang yang naik di atas gerbong. tapi melihat dari fungsi serta efeknya ternyata sama sekali tidak mengurangi sedikit pun Atapers yang kerap naik ke atas gerbong. permasalahan ini menjadi lucu karena alih-alih menjadi solusi malah menambah fenomena yang terjadi di sana.
perusahaan terkesan tidak maksimal dalam penanggulangan masalah penumpang ini. menurut beberapa orang, hal ini tidak akan mencapai titik temu sebelum perusahaan menyeimbangkan jumlah kereta api dengan banyaknya penumpang yang datang setiap hari. penumpang akan tetap melakukan hal yang sama karena nyatanya masih banyak celah yang bisa diakali dari hal ini.
penumpang yang kerap melanggar peraturan seperti ini bukan untuk dimusuhi dan dianggap seperti buruan. bagaimanapun juga tujuan mereka sama dengan penumpang yang lain, ingin mencapai tujuan dengan selamat. hal ini terjadi karena keterbatasan alat transportasi yang ada dan memang Kereta Api tiketnya sangat murah. benahi fasilitas dengan meanmbah gerbong dan memperpanjang peron akan sangat membantu dalam hal ini. bukan malah terus menerus main kucing-kucingan dengan mereka.