
masih perlu banyak belajar, perlu banyak baca. perlu nerima ribuan kritikan dan ribuan kegagalan. tak ada yang lebih sulit ketimbang harus bikin sebuah tulisan. tapi dengan tulisan, semua bisa berubah. Simply BELIEVE.
Dibaca: 187
Komentar: 9
Nihil
Memang ada-ada saja kelakuan bangsa Indonesia sekarang ini. Saya tidak akan menulis tentang berbagai hal buruk yang kerap ditunjukkan oleh para pejabat kita. Saya hanya akan berbagi keunikan dan kelucuan yang selalu saya temukan di jalan raya. Memang aneh-aneh saja, aturan tentang berkendara yang baik dan benar sudah sedemikian rupa ditegakkan oleh para aparat, yang sampai saat ini mungkin hanya sebatas mengeluarkan regulasi dan sanksi bagi siapa saja yang melakukan.
Bukan hanya banyaknya regulasi dan sanksi yang ditetapkan, tetapi juga para panitia penyelenggara fasilitas umum seperti jalan raya sudah begitu terbuka dengan memberitahukan seberapa tingginya angka kecelakaan di Jalan raya. Termasuk dari penyebab yang paling sepele sekalipun.Tapi hal semacam itu nyatanya tidak membuat kita atau sebagian besar dari kita jera dan lebih mengerti bahaya. Malah sebaliknya, makin banyak saja tingkah yang kita tunjukkan di jalan raya.
Contohnya, hari minggu kemarin saya sedang menunggu bis keberangkatan dari Cianjur ke Bangdung. Saya menunggu di jalur biasa bus itu suka lewat. Dekat palang kereta api. Sambil membaca koran pagi itu saya mendengar ada bunyi sirine yang menandakan ada Kereta Api yang akan lewat. Palang pintu rel sudah turun keduanya. Otomatis banyak pengguna jalan yang berhenti di belakang palang. Masih ada saja mereka yang nekat untuk menerobos. Saya tegang sekali di sana. Saya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala terhadap apa yang saya lihat. Mereka menerobos beberapa saat setelah palang diturunkan. Sungguh konyol. Apa sebegitu penting kepentingan mereka dibanding keselamatan nyawanya ? semua dipertaruhkan. Begitu konyol kalau menurut saya. Dan kecelakaan yang paling konyol adalah ketika ada orang yang tertabrak kereta api. Lebih masuk akal kalau memang orang itu mau bunuh diri. Tapi jika orang itu masih waras, jelas ini cara paling konyol untuk pencabutan nyawa. Anda pasti mengerti maksud saya.
Lain lagi halnya dengan remaja perempuan yang sedang menaiki motor di depan saya. Dengan santainya dia berkendara sambil memencet-mencet tuts HP nya. Smsan dong di motor. Apa gak konyol banget nih orang. Sejujurnya saya juga pernah melakukan hal yang sama. Jelas ini sangat merugikan orang lain. Jika akibatnya termakan oleh diri sendiri sih no problem, tapi ini bisa membahayakan penguna jalan lain juga. Membuat pengguna jalan lain galau karena pengendara seperti ini suka berada di tengah dan ga mau minggir. Sungguh konyol. Terlebih banyak juga yang tidak memakai helm saat berkendara. Sebenarnya mau mereka apa sih ?
Hal lucu lain yang saya perhatikan adalah banyak dari masyarakat kita yang menurunkan penumpang mereka ketika memasuki daerah rawan polisi. Dengan modus menunggu penumpang di tempat yang jauh dari pandangan Pak Polisi. Ya, penumpang tidak memakai helm dan si pengemudi menghindari resiko ditilang. Kalau pak Polisi boleh jujur, SO WHAT GITU LOH ???. masih takut ditilang daripada kehilangan kepala sendiri. Polisi melakukan penilangan bukan karena apa-apa, itu sudah menjadi tanggung jawab mereka buat menjaga keselamatan para pengguna jalan. Mereka itu tegas bukan licik. Kalau kita kehilangan kepala karena kesalahan seperti ini mau menyalahkan siapa ?. sungguh terlalu. Kecelakaan bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi orang lain juga kena akibatnya.
Memang ada-ada saja ulah kita. Semoga saja kita lebih bisa memahami dan menghargai serta lebih percaya pada sistem yang telah ditetapkan. Semua itu demi mengurangi resiko kecelakaan di jalanan. Bukan sebagai beban yang selalu dihindari. Seperti yang saya tulis di atas, kecelakaan membahayakan semua orang. Lain halnya jika kecelakaan dimakan oleh sendiri. Hargai juga hak dan keselamatan orang lain.
beberapa ilustrasi, bukan yang sebenarnya Saya lihat :


yang ini kacau…