Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Hesti Edityo

seorang anak dr seorang lelaki, seorang istri dr seorang lelaki, seorang ibu dari 4 lelaki selengkapnya

Segitiga Tak Hanya di Bermuda

REP | 08 April 2012 | 06:35 Dibaca: 905   Komentar: 0   3

Bagaimana cuaca di tempat anda malam tadi? Cerah? Mendung?Pemandangan langit malam tadi sangatlah indah. Bintang-bintang berkilau, beberapa planet yang terlihat seperti bintang, berpesta bersama bulan. Di langit malam yang cerah, taburan cahaya ini seakan taburan berlian di langit dari Sang Maha Pencipta. Beberapa titik cahaya terlihat berwarna kebiruan, putih cemerlang, atau kemerahan. Jika ditarik garis khayali di antara bintang-bintang tersebut, maka bermacam-macam pola akan tergambar. Termasuk pola segitiga yang terlihat jelas di salah satu sisi langit.

Saat ini bulan sedang memasuki fase purnama (fullmoon) dan terlihat ada di sisi Timur. Jika diperhatikan, ada dua titik cahaya terang di dekat bulan. Keduanya terlihat sebagai bintang, meskipun sebenarnya salah satu diantaranya adalah planet. Bulan - Spica - Saturnus, nampak sebagai titik-titik sudut sebuah segitiga khayali.

1333862333514670751

Bulan - Saturnus - Spica, di dekat rasi Virgo per tanggal 7 April 2012 (gambar posisi bintang menggunakan Stellarium)

1333862753867146235

Sudut-sudut segitiga khayali ini berubah malam nanti seiring perubahan posisi benda-benda langit tersebut (gambar posisi bintang menggunakan stellarium)

Ketiga benda ini menghias langit malam dekat rasi Virgo. Salah satu rasi yang termasuk dalam 13 zodiak dalam sistem konstelasi bintang. Virgo sendiri sering dikatakan sebagai “virgin” atau perawan. Dalam mitologi Yunani, diceritakan Virgo adalah putri dari Themis (dewi keadilan). Sosok Virgo digambarkan sebagai seorang dewi yang membawa batang gandum. Salah satu bintang dalam rasi ini, Spica, dalam bahasa Latin berarati “ear of wheat” (wheat = gandum).

Saturnus merupakan planet ke-6 dalam tata surya. Dikenal karena keindahan cincinnya, dan termasuk satu dari lima planet yang bisa dilihat tanpa bantuan teleskop. Cahaya yang terpancar dari planet ini, sehingga terlihat seperti bintang, sejatinya adalah cahaya matahati yang dipantulkannya.  Ukurannya 9,5 kali bumi dan memiliki banyak sekali satelit (bulan). Saat ini setidaknya tercatat ada 61 satelit alam yang dimiliki Saturnus. Titan adalah satu diantaranya yang memiliki ukuran terbesar (bahkan lebih besar dari Merkurius).

Spica, atau dikenal juga sebagai bintang Alpha Virginis, merupakan bintang tercerlang di rasi Virgo. Jarak Spica dari bumi yang begitu jauh (260 tahun cahaya), membuat Spica terlihat seperti bintang berwarna kebiruan. Dalam kelas spektra bintang, Spica merupakan bintang kelas B. Bintang pada kelas ini merupakan bintang panas raksasa bersuhu 11.000 - 25.000 Kelvin. Bintang sekelas Spica inilah yang nantinya meledak menjadi supernova dalam perjalanan evolusinya.

Versi lengkapnya : Segitiga (bukan) Bermuda

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Nonton Pengumpulan Susu Sapi di Kampung …

Merza Gamal | | 24 April 2014 | 08:30

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 4 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 5 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 6 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 10 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: