Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Nurhadi, Orang Penting MA, Lebih Penting dari Hakim Agung

REP | 29 October 2012 | 13:47 Dibaca: 1444   Komentar: 0   0

Mahkamah Agung adalah pucuk tertinggi sistem peradilan di Indonesia. Keadilan dan Kepastian hukum dipasrahkan kepada hakim-hakim agung di Mahkamah Agung.

Hakim Agung adalah posisi dan jabatan yang mulia. Berkas perkara yang masuk ke mejanya harus dibaca dan diputus dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya karena orang yang mencari keadilan benar-benar memasrahkan diri kepada hakim-hakim agung tersebut.

Yang paling berperan dalam memutus perkara dan proses administrasi perkara bukanlah hakim agung, namun pejabat eselon I di MA yaitu sekretaris MA Nurhadi.

Ia yang mendistribusikan perkara sesuai kehendaknya. Ia yang mengetik dan mengirim putusan hakim agung sampai ke tangan pihak berperkara. Ia yang mengelola anggaran hakim-hakim agung, termasuk tiket pesawat dalam perjalanan dinas dan mobil dinas.

Tak tertutup kemungkinan banyak sekali godaan dari pihak luar atau pihak berperkara kepada sosok Nurhadi agar perkara tersebut dimenangkan olehnya melalui Nurhadi dan teman-temannya. Kemungkinan itu sangat besar terjadi.

Saat eksistensi Nurhadi diganggu, tak tanggung-tanggung pembelaan datang dari ketua muda pidana khusus MA Djoko Sarwoko. Parahnya pembelaan membabi buta Djoko Sarwoko terhadap Nurhadi menunjukan memang Nurhadi adalah sosok penting di MA dibanding hakim agung yang mengkritik ketidakberesan di MA.

Gayus Lumbuun malah diminta keluar dari MA, dan Nurhadi dipuji setinggi langit atas sumbangannya ke institusi MA termasuk meja kerja senilai Rp 1 miliar lebih yang dikatakan Djoko Sarwoko berasal dari bisnis sarang burung walet.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 2 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 3 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 7 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kesaksian Terakhir …

Arimbi Bimoseno | 8 jam lalu

Topik 121 : Persalinan Pervaginam Pd Bekas …

Budiman Japar | 8 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Transjakarta: Busnya Karatan, Mental …

Gunawan Eswe | 9 jam lalu

Kematian Tanpa Permisi …

Anita Desi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: