Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Nurhadi, Orang Penting MA, Lebih Penting dari Hakim Agung

REP | 29 October 2012 | 13:47 Dibaca: 1448   Komentar: 0   0

Mahkamah Agung adalah pucuk tertinggi sistem peradilan di Indonesia. Keadilan dan Kepastian hukum dipasrahkan kepada hakim-hakim agung di Mahkamah Agung.

Hakim Agung adalah posisi dan jabatan yang mulia. Berkas perkara yang masuk ke mejanya harus dibaca dan diputus dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya karena orang yang mencari keadilan benar-benar memasrahkan diri kepada hakim-hakim agung tersebut.

Yang paling berperan dalam memutus perkara dan proses administrasi perkara bukanlah hakim agung, namun pejabat eselon I di MA yaitu sekretaris MA Nurhadi.

Ia yang mendistribusikan perkara sesuai kehendaknya. Ia yang mengetik dan mengirim putusan hakim agung sampai ke tangan pihak berperkara. Ia yang mengelola anggaran hakim-hakim agung, termasuk tiket pesawat dalam perjalanan dinas dan mobil dinas.

Tak tertutup kemungkinan banyak sekali godaan dari pihak luar atau pihak berperkara kepada sosok Nurhadi agar perkara tersebut dimenangkan olehnya melalui Nurhadi dan teman-temannya. Kemungkinan itu sangat besar terjadi.

Saat eksistensi Nurhadi diganggu, tak tanggung-tanggung pembelaan datang dari ketua muda pidana khusus MA Djoko Sarwoko. Parahnya pembelaan membabi buta Djoko Sarwoko terhadap Nurhadi menunjukan memang Nurhadi adalah sosok penting di MA dibanding hakim agung yang mengkritik ketidakberesan di MA.

Gayus Lumbuun malah diminta keluar dari MA, dan Nurhadi dipuji setinggi langit atas sumbangannya ke institusi MA termasuk meja kerja senilai Rp 1 miliar lebih yang dikatakan Djoko Sarwoko berasal dari bisnis sarang burung walet.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kiprah Ibu-ibu Masyarakat Biasa di Tangerang …

Ngesti Setyo Moerni | | 27 November 2014 | 07:38

Jakarta Street Food Festival: Ketika Kuliner …

Sutiono | | 27 November 2014 | 11:06

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Petisi Pembubaran DPR Ditandatangani 6646 …

Daniel Ferdinand | 6 jam lalu

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Timnas Lagi-lagi Terkapar, Siapa yang Jadi …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 8 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Lawan Laos: Antara Kebanggaan dan Harga …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

[Cerbung] Green Corvus #11 …

Dyah Rina | 8 jam lalu

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | 8 jam lalu

Pengabaian Arbitrase di Kasus TPI dan …

Dewi Mayaratih | 8 jam lalu

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: