Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Nurhadi, Orang Penting MA, Lebih Penting dari Hakim Agung

REP | 29 October 2012 | 13:47 Dibaca: 1456   Komentar: 0   0

Mahkamah Agung adalah pucuk tertinggi sistem peradilan di Indonesia. Keadilan dan Kepastian hukum dipasrahkan kepada hakim-hakim agung di Mahkamah Agung.

Hakim Agung adalah posisi dan jabatan yang mulia. Berkas perkara yang masuk ke mejanya harus dibaca dan diputus dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya karena orang yang mencari keadilan benar-benar memasrahkan diri kepada hakim-hakim agung tersebut.

Yang paling berperan dalam memutus perkara dan proses administrasi perkara bukanlah hakim agung, namun pejabat eselon I di MA yaitu sekretaris MA Nurhadi.

Ia yang mendistribusikan perkara sesuai kehendaknya. Ia yang mengetik dan mengirim putusan hakim agung sampai ke tangan pihak berperkara. Ia yang mengelola anggaran hakim-hakim agung, termasuk tiket pesawat dalam perjalanan dinas dan mobil dinas.

Tak tertutup kemungkinan banyak sekali godaan dari pihak luar atau pihak berperkara kepada sosok Nurhadi agar perkara tersebut dimenangkan olehnya melalui Nurhadi dan teman-temannya. Kemungkinan itu sangat besar terjadi.

Saat eksistensi Nurhadi diganggu, tak tanggung-tanggung pembelaan datang dari ketua muda pidana khusus MA Djoko Sarwoko. Parahnya pembelaan membabi buta Djoko Sarwoko terhadap Nurhadi menunjukan memang Nurhadi adalah sosok penting di MA dibanding hakim agung yang mengkritik ketidakberesan di MA.

Gayus Lumbuun malah diminta keluar dari MA, dan Nurhadi dipuji setinggi langit atas sumbangannya ke institusi MA termasuk meja kerja senilai Rp 1 miliar lebih yang dikatakan Djoko Sarwoko berasal dari bisnis sarang burung walet.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bersih-bersih Orang Bersih Ala Indonesia …

Den Bhaghoese | | 28 January 2015 | 12:47

Uang Haram di Kas PT PLN …

Wisnu Aj | | 28 January 2015 | 14:08

Pertanian Pangan Kita Belum Layak Asuransi …

Felix | | 28 January 2015 | 14:06

Surabaya dan Hutan Bambunya …

Ahmad Junaedi | | 28 January 2015 | 11:45

[UPDATE] Kompasiana Coverage: Berlian Julia …

Kompasiana | | 26 January 2015 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Beda Cara Hendropriyono dan Megawati …

Irvan Af | 12 jam lalu

Prestasi Hebat Jokowi …

Teguh Sunaryo | 12 jam lalu

Suami yang Layak Ditaati Istri …

Cahyadi Takariawan | 12 jam lalu

Internal PDIP Pura-pura Saling Berantem …

Pebriano Bagindo | 13 jam lalu

Usulan Tim Independen pada Jokowi …

Elde | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: