Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Cik Wen Die Capiang

Senantiasa Becermin,,,

SBY dan Batu Cincin Rp 2 Milyar

REP | 01 November 2012 | 10:01 Dibaca: 74685   Komentar: 3   0

Saya terperangah ketika tampa sengaja menawar harga sebuah cincin permata yang dibanderol Rp. 2 Milyar. ” Harganya 2 Milyar” ucap penjual batu. Batu cincin saat ini memang sedang naik daun. Bahkan dibeberapa daerah batu cincin tumbuh menjadi bisnis yang menggairahkan.

Termasuk di daerah saya Sumatera Barat, saat ini dilanda demam batu cincin, berbagai kalangan berburu koleksi batu cincin, kendati harganya tidak segalak yang ditawarkan kepada saya. Karena memang batu cincin memang harganya berdasarkan kesepakatan dan suka sama suka.

Soal harga 2 Milyar itu, tampa sengaja saya bertamu dengan seorang teman disalah satu hotel berbintang di Medan Sumatera Utara, dipojok lobi ada etalase pajangan batu akik dan permata. Iseng saya bertanya kepada penjual dan menunjuk salah satu batu cincin. sang penjual menyebutkan angka selangit “2 Milyar, Pak” katanya datar.

Sebagai penggemar batu cincin, saya takjub dan tidak bisa berkata-kata, karena harganya yang selangit, lalu timbul pertanyaan dalam benak saya, mengapa harga batu bisa setinggi itu?, apa keistimewaannya? dan bagaimana purna jualnya.

Pengrajin Batu cincin, atau batu akik, sebut saja Adi, menjelaskan bahwa harga sebuah batu tergantung dari nilai estetika dan kandungan mistisnya, dan memang tidak ada standar harga baru cincin, bagi penggila batu, mereka sudah tahu batu yang bagus dan mengandung daya magis.

Tetapi yang jelas, pemakaian batu cincin tidak hanya dipakai oleh orang kebanyakan, bahkan Presiden SBY dan Presiden Obama juga memakai batu cincin. Konon Pak SBY memakai cincin yang bernama “lumuik Sungai dareh”.

Lumuik Sungai Dareh adalah jenis batu cincin yang terdapat di Dharmasraya Sumatera Barat, jenis ini banyak diminati karena tekstur batunya yang khas dan berwarna bening.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 4 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 4 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 5 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 10 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 10 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 11 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: