Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Roki Panjaitan

Hanya warga negara biasa dan cinta keadilan

Doa Syafaat untuk Bangsa Indonesia

OPINI | 31 December 2012 | 09:38 Dibaca: 3601   Komentar: 0   0

Tuhan Allah kami, berkatilah Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan kuat.

Berkatilah Pemerintah dan Pemimpin kami serta seluruh aparat Pemerintah kami. Anugerahkanlah mereka hikmad dan kebijaksanaan yang dari Tuhan, agar mereka dapat membangun Negara kami, dan bimbinglah mereka menerapkan aturan-aturan yang baik demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia serta untuk kemuliaan nama Mu ya Allah.

Berkatilah para orang tua Indonesia dan anugerahi mereka kemampuan dan kebijaksanaan untuk mendidik anak-anak mereka takut akan Tuhan. Lindungilah anak-anak bangsa ini dari pengaruh narkoba yang sangat merusak ahlak. Kasihanilah para janda dan anak yatim piatu, orang-orang yang sakit, orang-orang miskin. Ulurkan tangan Mu menolong mereka.

Berkatilah pemuda dan pemudi serta anak-anak bangsa ini dengan kecerdasan dan kepandaian yang dari Mu ya Tuhan, untuk membangun negara kami menjadi Negara yang maju kuat dan bangsa yang takut akan Tuhan. Berkatilah rakyat Indonesia dengan segala pekerjaannya yang beragam itu.

Berkatilah alam Indonesia yang subur dan sangat indah ini. Hindarkan dari bencana alam, Tsunami dan malapetaka, jauhkan hama yang merusak tanaman para petani. Jauhkanlah rakyat Indonesia dari virus dan wabah penyakit yang merusak kesehatan masyarakat kami.

Bimbinglah masyarakat kami agar tidak saling menghujat, tidak saling menyalahkan, tidak saling membunuh satu sama lain karena : perbedaan agama, perbedaan suku, perbedaan wilayah, perbedaan idiologi, perbedaan kelompok. Karena manusia Indonesia Engkau ciptakan berbeda-beda, Engkau beri mereka agama berbeda-beda, kepercayaan berbeda-beda. Engkau tempat mereka di berbagai tempat dan wilayah kami, mendiami Sabang sampai Merauke, untuk itu persatukan rakyat kami dalam satu rumah bangsa dalam ikatan saudara.

Bimbinglah rakyat kami untuk tidak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sia-sia seperti konflik horinzontal. Keadaan seperti ini membuat kami sulit bangkit menjadi bangsa yang besar dan kuat. Kami kehilangan penduduk kami, karena mati sia-sia dalam konflik, rumah penduduk kami hangus terbakar, mereka kehilangan harta. Konflik horizontal membuat rakyat kami yang sudah miskin semakin bertambah miskin. Rakyat kami menjadi pengungsi di negaranya sendiri. Kami tertinggal mengejar kemajuan, waktu dan energi habis untuk bertikai. Kami menjadi bangsa yang tertinggal. Ya Tuhan Allah jangan tinggalkan bangsa kami ini. Kasihanilah bangsa ini ya Tuhan Allah.

Bimbinglah para pemimpin kami agar menghindari perbuatan korupsi, karena hal itu membuat bangsa kami miskin dan menderita. Ampunilah dosa para pemimpin kami. Berilah hikmad dan bimbinglah para Hakim untuk memutuskan perkara dengan adil. Berilah hikmad dan akal budi kepada para Hakim, agar dalam mengadili tidak pandang bulu, baik dalam perkara kecil maupun perkara besar. Jangan biarkan para hakim gentar terhadap siapapun, sebab Pengadilan adalah kepunyaan Allah. Semata –mata keadilan itulah yang mereka berikan kepada rakyat.

Berilah pertobatan kepada bangsa ini. Kami mohon janganlah Engkau murka terhadap bangsa kami. Jauhkanlah hukuman Mu dari bangsa ini, lepaskan bangsa ini dari kehancuran,karena Engkau Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Berkatilah Bangsa Indonesia ini bersinar di dunia, dan menyinarkan kemulian Tuhan Allah. Penuhi bangsa ini dengan kasih dan kebaikan Mu ya Tuhan. Apabila rakyat Indonesia memohon dan berdoa kepada Mu, apapun agamanya dan apapun kepercayaanya kabulkanlah permohonan dan doa mereka, agar bangsa ini terhindar dari malapetaka. Biarlah semua mulut rakyat kami meninggikan, memuliakan dan mengagungkan Engkau Tuhan.

Ya Tuhan Allah, Engkaulah pelindung bangsa ini. Persatukanlah rakyat kami, hindarkan kami dari perpecahan. Satukanlah energi bangsa ini menjadi satu kekuatan besar untuk membangun bangsa kami dari kemiskinan. Jangan biarkan bangsa ini disesatkan iblis dan setan. Amin.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melukis Malam di Bawah Lansekap Cakrawala …

Dhanang Dhave | | 21 October 2014 | 13:50

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | | 21 October 2014 | 11:59

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Merencanakan Anggaran untuk Pesta Pernikahan …

Cahyadi Takariawan | | 21 October 2014 | 10:02

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 5 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 8 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 9 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 11 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Saat Angin Kencang, Ini Teknik Menyetir …

Sultan As-sidiq | 7 jam lalu

Golkar Jeli Memilih Komisi di DPR …

Hendra Budiman | 8 jam lalu

Rekor MURI Jokowi …

Agus Oloan | 8 jam lalu

Cerpenku: Perempuan Berkerudung Jingga …

Dewi Sumardi | 8 jam lalu

Kecurangan Pihak Bank dan Airline Dalam …

Octavia Eka | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: