Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Hastuti Ishere

Manusia biasa yang senang belajar dan merantau. Alumni IPB yang pernah menempuh pendidikan di negeri selengkapnya

Keajaiban (Niat) Sedekah: Rejeki Full Sehari Semalam

REP | 06 January 2013 | 05:21 Dibaca: 1303   Komentar: 0   0

Bada Subuh hingga Pagi

Sabtu (5/1/2013) pagi, bada subuh, saya masih terpaku di depan laptop. Pikiran buntu mencari inspirasi yang tak kunjung datang. Hingga sekitar jam 8 pagi seorang kenalan menelepon. Katanya ia sudah sampai di kos saya tapi terpaksa pulang lagi. Hanya gara-gara menyebut nama panggilan berbeda. Orang di kantor dan di kos memang memanggil saya dengan nama berbeda. Di kantor: Tri, di kos: Tuti. Dia lalu kemudian bilang akan kembali lagi ke kos saya. Katanya ia mau menyampaikan sesuatu. Tak sampai sepuluh menit sejak menelepon, sebuah SMS mengabarkan kalau ia sudah di depan gerbang. Saya segera keluar kamar.

Yekti, kenalan saya, dan suaminya sudah menunggu di luar bersama motor yang diparkir. Jarak rumah kontrakan mereka ke kos saya memang tak sampai seperempat jam dengan motor. Saya pun menyuruh mereka masuk. Ternyata Yekti membayar gaji saya. Selama bulan Desember lalu saya diminta olehnya mengajarkan bahasa Inggris. Yekti bekerja di sebuah restoran Jepang yang mengharuskan atau merekomendasikan karyawannya mampu berbahasa Inggris.

Meski tak seberapa, saya bangga. Ini pertama kali saya mengajar les privat bahasa Inggris. Entah kenapa saya langsung berniat menyedekahkan seluruh upah mengajar saya. Baru niat, belum saya laksanakan karena sedang malas keluar rumah.

Saya kembali menekuri laptop, berselancar info sambil berharap inspirasi datang. Tapi yang saya dapati adalah saya buang air besar sudah dua kali. Alhamdulillah normal semuanya, tanpa konstipasi meski malamnya makan mi instan. Satu lagi, bekuan darah bekas luka dalam di kuku jari saya gara-gara jari saya kegencet beban seberat sepuluh kilo lebih dua bulan lalu hilang seketika. Padahal biasanya luka macam begitu bekasnya tak akan hilang kalau darah bekunya tak dikeluarkan. Saya cuma bisa bergumam: subhanalloh, ajaib.

Menjelang siang hingga magrib

Buntu inspirasi, saya memutuskan menonton televisi sambil ngobrol dengan teman kos yang sama-sama kelaparan belum sarapan tapi malas beli makan. Beruntung akhirnya mereka berniat beli makan dan bersedia saya titipi. Saya masih malas keluar. Berhubung saya baru makan pagi sekitar jam 11, cukup lah untuk rapel sekaligus makan siang.

Kenyang makan, tak lama kantuk melanda. Sejam saya tertidur lelap dengan mimpi singkat yang aneh tapi nyata. Sehabis sholat dzuhur, saya kembali menekuri laptop. Masih banyak info yang menarik tapi rasa jenuh dan penat sudah menyelimuti. Bahkan sempat mau muntah rasanya. Buka sana, baca, catat, bookmark, buka sini, baca sekilas, catat, begitu terus. Sempat diselingi BAB lagi, dan masih normal.

Bada magrib hingga tengah malam

Masih berkutat dengan selancar di dunia maya: buka-baca-catat-nulis-buntu-buka-baca-catat lagi. Energi sarapan telat saya sudah terkuras. Meski sudah tak konsen sayamenahan keinginan beli makan bada magrib. Niatnya sholat isya sekalian dulu tapi pertahanan saya jebol. Perut harus segera diisi karena otak saya tak mau dipaksa bekerja tanpa bensin. Saya kemudian makan sambil nonton televisi sejenak, sekedar melepaskan jenuh memelototi laptop.

Perut kenyang, ibadah tertunaikan, sebuah ide datang. Sebuah tulisan yang sedianya akan saya masukkan ke sebuah lomba tapi gagal saya rombak sedikit. Tanpa editing lama langsung saya posting ke situs lomba lain yang temanya serupa dengan naskah rombakan saya. Mission accomplished.

Tengah malam hingga dini hari (minggu 6/1/2013)

Saya memutuskan tidur saat waktu menunjukkan jam 10 lebih. Lampu sudah dimatikan, obat nyamuk telah dipasang, doa menjelang tidur sudah terpanjat. Kantuk sesekali datang tapi tak ada hasrat tidur mendalam. Di luar gerimis agak deras tapi tetap tak menerbitkan hawa ngantuk berat. Padahal saya tak ngopi sama sekali. Satu-satunya minuman manis yang saya minum cuma segelas lemon tea. Makanan berkafein yang saya konsumsi seharian hanyalah Oreo, itu pun bada subuh. Sudah pasti tak bikin melek semalaman.

Menyetel musik slow tak membawa hasil. Dalam kegelapan saya kembali berselancar di internet, kali ini via hape. Masih tentang lomba menulis, tapi kali ini saya menemukan blog informasi yang jauh lebih lengkap dari hasil selancar saya sejak pagi hingga malam. Bahkan ada satu lomba yang langsung memacu adrenalin saya.

Lampu saya nyalakan kembali, ponsel saya recharge dan dimatikan, tak ada nafsu lagi untuk browsing internet via hape. Sebuah inspirasi muncul tiba-tiba dan menerbitkan bohlam lampu eureka di kepala saya: saya bisa membuat tulisan ini dan langsung memajangnya di situs lomba. Benar saja. Tak sampai setengah jam sudah jadi. Misi pengiriman naskah lomba kedua hampir terlaksana seandainya saya punya scan KTP terbaru. Yah setidaknya, sudah siap kirim.

Misi pengiriman naskah lomba ketiga pun hampir terlaksana. Hanya saja kali ini karena ada persyaratan tambahan non-naskah yang mesti dilengkapi.

Biasanya menulis tengah malam atau bada subuh selalu menguras gula darah saya dengan cepat alias capat lapar. Tapi ajaibnya kali ini tidak, hampir tidak sama sekali. Saya memutuskan berwudhu untuk menghadap ilahi. Lagi-lagi, ini ajaib. Tak ada kantuk sama sekali ketika sholat dan ini biasanya termasuk ibadah paling berat karena sulitnya bangun malam. Seringnya pelor sih, hehe.

Habis sholat kembali saya didera mulas. Saya tak merasa lapar tapi kebelet buang air (lagi!). Lagi-lagi normal dalam tempo waktu yang singkat. Total sehari semalam saya BAB 5 kali dan semuanya normal! Wow! Bahkan sepulang dari jamban malah lahir tulisan ini. Cuma tersela sholat subuh saja.

Sungguh tak habis pikir saya. Proses pencernaan dan inspirasi menulis tiba-tiba mengalir lancar. Saya sukses begadang semalaman tanpa minuman berkafein atau minuman suplemen energi apapun. Tanpa kantuk, tanpa lapar, dan masih semangat untuk hari berikutnya. Begitu dahsyatya sedekah, meski baru niat sekalipun. Setelah tulisan ini saya posting di Kompasiana pun, saya masih semangat menyetrika pakaian untuk seminggu ke depan.

Saya mendapat pelajaran baru. Bersedekahlah dan dapatkan energi positif yang melimpah-limpah gratis. Bersedekahlah dan dapatkan inspirasi menulis bak derasnya air terjun. Salam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mereka Meninggalkan Ego demi Kesehatan …

Mohamad Nurfahmi Bu... | | 31 October 2014 | 00:51

Rokok Elektronik, Solusi Stop Merokok yang …

Gaganawati | | 31 October 2014 | 01:19

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Ihwal Pornografi dan Debat Kusir Sesudahnya …

Sugiyanto Hadi | | 31 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 10 jam lalu

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 11 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 13 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Bukan Diriku …

Roviatus Sa'ada... | 8 jam lalu

Humor Revolusi Mental #017: Orang Batak …

Felix | 8 jam lalu

Sabang & Tugu Nol Kilometer yang …

Muslihudin El Hasan... | 8 jam lalu

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | 8 jam lalu

Distributor Rokok Mengambil Alih Permainan …

Jumardi Salam | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: