Back to Kompasiana
Artikel

Unik

4 Tempat Populer Untuk Mencari Pesugihan

OPINI | 14 January 2013 | 23:30 Dibaca: 12602   Komentar: 3   0

Banyak cara dilakukan sebagian masyarakat di Indonesia ini untuk menjadi kaya dengan jalan yang bermacam-macam. Sebagian memilih jalan normal bekerja lebih giat dan berusaha lebih keras, sementara sebagian lain memilih mencoba mencari jalan pintas atau pesugihan dengan menganut ilmu sesat meskipun tampak lebih tidak masuk akal.
Meskipun orang beranggapan bahwa dengan pesugihan, kekayaan akan didapat segera tanpa harus bekerja membanting tulang peras keringat pagi kerja sore pulang. Berikut adalah tempat populer dimana sebagian orang mencari pesugihan dibeberapa tempat konon katanya bisa menjadi kaya mendadak.
1. Pesugihan Gunung Kemukus Sragen Jawa Tengah
Kemukus adalah salah satu tempat di daerah Jawa Tengah, tepatnya di kota Sragen. Sebagai kawasan gunung, tempat ini tidak dikenal karena panorama alam yang mempesona, tetapi karena reputasi sebagai tempat mencari pesugihan.
Di tempat ini yang sangat menarik untuk mencari pesugihan adalah ritual yang harus dilakukan di tempat ini sangat berbeda dengan tempat lain. Untuk mendapatkan pesugihan, seseorang harus melakukan pesta seks dengan wanita bukan pasangan resmi mereka selama tujuh kali berturut-turut dengan pasangan yang sama.
Pesta seks ini dianggap sebagai syarat untuk mendapatkan pesugihan yang diinginkan. Salah satu syarat dalam berhubungan seks di tempat ini adalah dilakukan di tempat terbuka di wilayah gunung Kemukus. Sebagai pencari pesugihan membawa pasangan resmi mereka sendiri dan melakukan hubungan badan di tempat tersebut. Kebanyakan dari mereka juga orang-orang yang tidak memiliki pasangan ataupun pasangan tidak resmi yang sama-sama menginginkan pesugihan.
Di gunung Kemukus tersedia jasa teman tidur yaitu PSK yang menawarkan diri untuk menjadi teman tidur sesaat dalam ritual mesum Kemukus. Para pekerja komersial ini datang dari berbagai daerah karena gunung Kemukus sebagai tempat mencari penghasilan mudah dan aman.
Selain untuk ritual pesugihan sebagaian orang menganggap berhubungan seks di alam terbuka akan terasa sangat menyenangkan. Hal tersebut menjadi sangat menyenangkan ketika mereka tidak akan mendapati razia oleh aparat seperti di tempat penginapan. Pihak keamanan siap mengamankan prosesi ritual pengunjung tempat ini, termasuk prosesi seksual tak resminya.

2. Pesugihan Gunung Kawi Jawa Timur
Mungkin orang sudah tidak asing lagi dengan Gunung Kawi termasuk lokasi pesugihan paling populer di Indonesia dan Asia Tenggara. Tetapi sampai detik ini belum ada data valid seputar orang yang berhasil kaya setelah melakukan ritual pesugihan di sana ataupun orang yang gagal menjadi kaya setelah ritual.
Masalah yang timbul adalah ada orang-orang yang bertindak seolah-olah membantu melancarkan urusan Pencari Pesugihan di Gunung Kawi, hanya menguras uang pencari pesugihan. Khususnya terkait biaya selametan, ubo rampe, sesaji, dan lain sebagainya.
Khusus dalam masalah ini, dibutuhkan sangat waspada dan hati-hati untuk mereka yang datang dengan tujuan ritual. Jika para pengunjung sebagai seorang wisatawan yang hendak menikmati keindahan panorama Gunung Kawi, tidak akanĀ  menjadi masalah karena hanya sebatas berkunjung.
Di lain masalah seperti diatas, daun dewandaru yang menjadi harapan diri ingin kaya juga sering menjadi permainan orang tertentu yang sengaja memanfaatkan kesempatan. Daun itu sengaja dilemparkan orang hingga menjadi rebutan yang seolah-olah menjadi syarat ritual pesugihan.
Dan masih banyak lagi di daerah ini yang sengaja dijadikan kesempatan oleh orang-orang yang sengaja memanfaatkan acara tersebut. Seperti Padepokan Eyang Jugo, Makam Eyang Jugo, dan adanya prasyarat untuk penyembelihan hewan kambing yang berkendit menjadi syarat.
Apapun syarat yang diminta oleh orang-orang tersebut adalah tipu daya untuk mengeruk keuntungan. Jadi kepada pengunjung hendaknya waspada dan hati-hati jangan sampai anda ingin mencari kekayaan tetapi malah sebaliknya memberikan kekayaan disana hingga harta anda habis.

3. Parangtritis Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
Parang Tritis dianggap sebagai pusat kerajaan siluman yang dipimpin Kanjeng Ratu Kidul, tempat inilah konon katanya gerbang penghubung antara Kasultanan Jogja Dengan Ratu Kidul.
Sosok gaib yang pasti dikenal akrab oleh orang Jawa, khususnya di wilayah Jogja Dan sekitarnya. Dua sosok yang sering dimintai oleh para pencari pesugihan adalah Nyai Blorong dan Kanjeng Ratu Kidul, di laut selatan ini kabarnya sebagai istana dan kerajaannya.
Konon, Nyai Blorong bisa mengabulkan uang sampai milyaran rupiah di tempat ritual tersebut dengan menjadi pengikutnya. Sosok mistri ini menjadi pesugihan kelas elite di bandingkan jenis-jenis pesugihan lain. Syarat yang harus ditempuh sangat berat yaitu harus bisa memberikan tumbal nyawa sebagai gantinya atau syarat khusus untuk mendapat kekayaan.

Sedangakan Kanjeng Ratu Kidul dikenal lebih welas asih dan sebagai pengayom terutama kerajaan jogja. Sosok penguasa kerajaan gaib ini tidak meminta tumbal nyawa. Konon, uang yang didapat dari Kanjeng Ratu Kidul tidak sebanyak yang diberikan Nyi Blorong.

4. Pesugihan Munding Seuri Gunung Gede Cibodas Jawa Barat
Salah satu jalan menjadi kaya raya tidak mudah banyak lika liku yang harus dilalui sebagai syarat mutlak. Kadang orang harus terpaksa merelakan si buah hati atau anaknya sendiri memikul akibatnya atau dengan kata lain sebagai tumbal. Seperti yang diminta oleh pesugihan Munding Seuri pencari pesugihan harus bisa menerima kenyataan jika wajah anaknya akan cacat atau tidak normal seperti layaknya anak-anak yang lain.
Pesugihan munding seuri ini terletak di kawasan Gunung Gede, Cibodas Jawa Barat yang sudah sangat terkenal atau populer bagi masyarakat luas. Di sebelah Tenggara gunung ini, dipercaya masyarakat sebagai tempat bersemayamnya Raden Surya Kencana, putra Raden Aria Wiranatudatar, pendiri kota Cianjur yang beristrikan mahkluk halus.

Di kawasan Tenggara iniĀ  ada sebuah gubuk yang didalamnya terdapat gundukan mirip makam. Tempat yang disebut padepokan ini menjadi tempat orang yang mencari pesugihan. Namun kabarnya laku pesugihan ini hanya bisa dilakukan saat bulan purnama. Jika tidak maka hasil dari yang dilakukan dan segala upaya yang akan sia-sia.

Untuk menuju lokasi ini sangat tidak mudah banyak rintangan yang harus dilalui dari segi perjalanan. Para pencari pesugihan harus berjalan kaki selama seharian penuh, melintasi jalan setapak yang menanjak. Jika musim hujan tiba, mereka juga harus ekstra hati-hati karena medan yang sangat licin bisa membuat orang terpeleset. Semua itu hanya dianggap sebagai salah satu tantangan atau ujian untuk meraih keinginan agar menjadi kaya dengan cara mudah.

Dari mulai ritual dilakukan saat matahari telah terbenam, mereka harus bertelanjang bulat baru kemudian berendam di sebuah kubangan lumpur. Sebelumnya harus menaburkan kembang setaman dan kemenyan di Padepokan Seuri sebagai syarat sesaji. Setelah fajar tiba barulah ritual tersebut boleh dihentikan dan para lelaku bisa membersihkan diri dengan berguling-guling di rerumputan. Selanjutnya setelah selesai mereka masuk kembali ke dalam padepokan untuk menjalani ritual selanjutnya.

Ketika di dalam pedepokan para lelaku akan melihat wajah anaknya yang cacat sebagai tumbal. Jika ingin kaya, mereka harus rela memilih salah satu wajah anaknya yang akan lahir nanti cacat. Dan anehnya lagi benar apa tidaknya ini para pencari kekayaan diberi kesempatan memilih wajah anaknya kebanyakan memilih anak yang bermulut sumbing.

Dan masih banyak lagi syarat yang diminta untuk mendapatkan kekayaan tersebut, percaya atau tidak hingga saat ini masih banyak para pencari kekayaan tersebut yang datang ke tempat tersebut.


Beberapa tempat tersebut paling populer sebagai tempat mencari pesugihan di Indonesia khususnya di Jawa yang kebanyakan masih percaya hal yang demikian. Buat para rekan-rekan yang mengetahui tempat yang lain bisa share nanti admin akan posting. Tempat yang sudah dijelaskan hanya sebagian saja masih banyak tempat-tempat yang lain di Indonesia yang di jadikan sebagai tempat berburu pesugihan.
Admin Serba Fakta

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 8 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 8 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 9 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kecardasan Tradisional …

Ihya Ulumuddin | 8 jam lalu

Sebaik-baiknya Tahun adalah Seluruhnya …

Ryan Andin | 9 jam lalu

Tak Sering Disorot Kamera Media, Kerja Nyata …

Topik Irawan | 9 jam lalu

Siasat Perangi KKN Otonomi Daerah …

Vincent Fabian Thom... | 9 jam lalu

Pancasila : Akhir Pencarian Jati Diri Kaum …

Vincent Fabian Thom... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: