Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Yoen Aulina Casym

Dokter, Magister Administrasi Rumah Sakit lulusan FKM UI, bekerja di RS Permata Cibubur, menyukai dunia selengkapnya

Pohon Kelapa Unik, Pemandangan yang Menarik

REP | 04 February 2013 | 21:46 Dibaca: 1009   Komentar: 0   2


Rumah Tua dan Batang Kelapa

Dalam perjalanan wisata ke Pantai Gondoriah Pariaman yang kami lakukan tahun lalu, ada satu pemandangan menarik tentang sebatang pohon kelapa unik yang belum sempat kami tulis. Entah karena terlupa karena begitu pulang jalan-jalan aku langsung disibukkan urusan kerjaan, atau minat nulis lagi menemu jalan buntu, entahlah. Padahal perjalanan wisata ke ranah Minang adalah kegiatan rutin yang aku lakukan bersama Tim Pulau Api, sebuah komunitas kecil yang punya keinginan besar untuk ikut berperan dalam mengembangkan kepariwisataan tanah tempat kedua orang tuaku berasal.
Biasanya setiap pulang dari kegiatan berwisata, pengalaman menyenangkan itu akan segera dapat dibagi lewat tulisan dan foto-foto dengan harapan akan ada orang yang terpikat, penasaran dan lalu berhasrat untuk juga berkunjung ke tempat yang kami ceritakan. Lewat cerita dan gambar itu lah Tim Pulau Api ingin mengambil peran dalam mempromosikan tempat dan obyek wisata yang ada di ranah Minang.

Setelah sekian lama cerita mendekam dalam ingatan, tiba-tiba saja keinginan untuk berbagi pengalaman menyenangkan ketika jalan-jalan ke Pantai-pantai di Pariaman muncul lagi ketika melihat foto-foto yang menyimpan kenangan, terutama tentang sebatang pohon kelapa unik yang terlihat tanpa sengaja. Pohon kelapa dengan batang yang mirip keris.
Begitu menarik perhatiannya pohon kelapa ini bagi kami, membuat supir yang mengantar kami terkejut karena teriakan serempak. “pak, berhenti pak kita balik arah!”
Meski tidak mengerti mengapa ia harus berhenti tiba-tiba dan berbalik arah, namun keinginan kami itu dituruti tanpa banyak tanya.

Segera setelah mobil berhenti, kami turun seperti tak sabar untuk mencapai lokasi dan mendatangi sebuah warung untuk mendapatkan cerita tentang batang kelapa ini.
Setelah memperkenalkan diri, kamipun mulai bertanya ini dan itu. Mereka sepertinya cukup tercengang melihat ketertarikan kami yang demikian besar sehingga dengan bersemangat mereka pun menceritakannya dengan senang hati. (sayang aku lupa nama-nama mereka).

Mereka mulai bercerita tentang pohon kelapa yang sudah ada sejak lama, sejak mereka masih kecil. Menurut cerita yang mereka dengar, pohon kelapa ini merupakan pohon kelapa hijau yang air buahnya bisa untuk mengobati berbagai macam penyakit, satu-satunya pohon kelapa hijau diantara sekian banyak pohon kelapa yang tumbuh disana. Boleh percaya boleh tidak, menurut cerita yang aku dengar pelepah keringnya tidak pernah jatuh disekitar pohon, tetapi kepantai yang berada jauh dari tempat pohon tumbuh.
Cerita lain, konon kisahnya untuk memetik buah kelapa ini tidak dapat dilakukan beruk, harus orang yang memanjat dan buah tidak boleh dilemparkan ke tanah, jadi untuk membawanya turun terpaksa harus menggunakan gigi yang menggigit bagian ranting tempat buah menggelayut, ini bisa dipahami karena kedua tangan digunakan untuk memeluk batang pohon.

Pohon kelapa ini menjulang lebih tinggi dari pohon kelapa lainnya, tumbuhnya agak jauh dari pinggir jalan. Ketika aku mengutarakan niat untuk melihatnya lebih dekat, mereka mempersilahkan walaupun mereka sendiri bilang tidak berani karena menganggap pohon ini keramat karena tumbuhnya di kuburan, tepat di bagian nisan. Ehm aku agak ragu sebenarnya dengan niat semula, tapi penasaran juga. Akhirnya rasa penasaran yang menang, aku berjalan ke dalam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sangiang, Pulau Memukau yang Mudah Dijangkau …

Hari Akbar Muharam ... | | 24 May 2015 | 01:37

Beras Plastik Siapa Bermain? …

Musni Umar | | 24 May 2015 | 07:31

Kompasiana Seminar Nasional: Harapan serta …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 15:58

Pahami Screen Time dan Play Time untuk Anak …

Giri Lumakto | | 23 May 2015 | 22:19

Kota Batam Gandeng Yokohama untuk Menjadi …

Isson Khairul | | 23 May 2015 | 20:23


TRENDING ARTICLES

Rekayasa Hadi, Negara Rugi 2 Triliun, KPK …

Imam Kodri | 5 jam lalu

FIFA, Jangan Heran Indonesia Berani Bekukan …

Mafruhin | 14 jam lalu

Menyoroti Pembangunan Rel Kereta Api di …

Johanis Malingkas | 16 jam lalu

Dua Kali Ke Toilet, Saldo Multitrip Dipotong …

Endang Priyono | 17 jam lalu

Air Mata Ema Tumpah di Korem 151 Binaya …

Rusda Leikawa | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: