Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Ketika Kompeni Belanda Menolak Valentine’s Day

HL | 14 February 2013 | 12:43 Dibaca: 2093   Komentar: 0   3

1360833931129301264

Ilustrasi/Admin (KOMPAS.com)

Hari ini 14 Februari, katanya adalah Velentine’s Day. Dimana setiap pasangan yang berkasih-kasihan akan membuktikan tanda cintanya dengan saling  memberi bunga, coklat, hadiah, atau sampai ke hal yang paling berharga yang menjadi miliknya. Juga janganlah heran banyak kegiatan mesum, cabul, perzinahan dan asusila lainya juga ikut memeriahkan hari berkasih sayang ini oleh karea terbujuk rayu oleh mereka yang sudah rusak moral dan agamanya. Maka Pantaslah Islam melarang umatnya ikut merayakan hari valentine ini karena banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Kisah paling kelam di negri ini pun pernah menolak  berkasih-sayang ala muda-mudi yang identik dengan kecabulan ini. JP Coen  gubernur jenderal VOC Hindia Belanda  ke empat, pernah memerintahkan untuk menghilangkan pencabulan dan perzinahan di Batavia. Hukuman yang kejam dan keras mengancam pelakunya.

Tak tanggung-tanggung, JP Coen pernah menghukum seorang gadis muda bernama Sarah, Putri Jaques Speax Anggota Dewan Hindia Belanda yang dititipkan kepadanya karena dipanggil pulang kenegeri Belanda.  Oleh Coen, Sara diperkejakan sebagai salah satu dayang-dayang istrinya Eva.

Suatu ketika dimalam valentine gadis muda ini tertangkap basah saat memadu kasih dengan kekasihnya Cortenhoeff yang berusia 17 tahun di kediaman Coen. JP Coen meradang,  Cortenhoeff, calon perwira muda Belanda ini akhirnya dihukum pancung. Sedangkan  Sarah yang masih dibawah umur ditelanjangi dan dipertontonkan di depan umum di pintu masuk balaikota Batavia.

JP Coen menolak memberikan Grasi walaupun didesak oleh para pendeta. JP Coen pun tak peduli walau Sarah anak anggota Dewan Hindia Belanda sekalipun.  Di kemudian hari Ayah Sarah yang menggantikan JP Coen menjadi gubernur membalaskan amarahnya dengan membuang para hakim yang mengadili putrinya dan para pengikut JP  Coen ke sebuah kapal di pelabuhan sunda kelapa dan  menurut cerita kapalnya ditenggelamkan dilaut Jawa.

Hukum perzinahan dan pencabulan pada masa JP Coen ini sangatlah kejam.  Banyak bangsawan-bangsawan eropa yang pernah di hukum berat karena perzinahan dan perselingkuhan yang dihukum dengan cara dibenamkan ke dalam tong berisi air, kemudian ada yang dicekik sampai mati dan ada pula yang tubuhnya dicerai beraikan dengan ditarik kuda.

Mereka diantaranya Catrina Casembroot, janda bangsawan belanda Nicolaes Casembroot ditangkap karena melakukan perzinahan dengan sejumlah laki-laki bersama -sama temannya. Di pengadilan terbukti dia melakukan itu baik semasa suaminya hidup atau sudah meninggal. Pengadilan menghukunya dengan cara dibenamkan dalam tong berisi air.

Kemudian ada lagi Annika da Silva istri serdadu VOC laendert Jacobs, juga diputuskan pengadilan melakukan sebagai pelaku perselingkuhan ketiak suaminya melaksanakan tugas, dia dihukum dicekik sampai mati.

JP Coen memang tidak pandang bulu , pada warga yang merupakan sebangsanya saja dia berlaku kejam, apalagi kepada para pribumi. Tidak tanggung-tanggung ribuan pribumi banyak yang tewas ditiang gantungan oleh JP Coen ini.  Budak belian adalah penduduk Batavia yang paling besar merasakn hukuman tersebut.

Lalu, apa hikmah yang kita dapat dari  hukuman yang ketat terhadap pelaku perzinahan dan perselingkuhan yang diterapkan kompeni ini pada zamannya? Silahkan berkesimpulan sendiri.

Katakan tidak untuk Valentine’s Day! Salam.

Baca juga artikel penuh kontroversi:

Anak-anak Indonesia “dijajah” Arab


 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Reportase Festival Reyog Nasional XXI Hari …

Nanang Diyanto | | 21 October 2014 | 17:45

Rodhi, Pelukis Tunadaksa Ibu Negara, Titisan …

Maulana Ahmad Nuren... | | 21 October 2014 | 17:36

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Kok, Jokowi Lari di Panggung? …

Gatot Swandito | | 21 October 2014 | 10:26

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 9 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 9 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengenal Festival Ancak dari Desa Jeladri, …

Cak Uloemz | 7 jam lalu

Liga Tarkam, Rusuh Kok Budaya? …

Aprillia Lita | 7 jam lalu

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 8 jam lalu

Sri Mulyani Jadi Mentri Jokowi dapat …

Alfons Meliala | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: