Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Gustaaf Kusno

A language lover, but not a linguist; a music lover, but not a musician; a selengkapnya

‘Burung Kakaktua’ Berasal dari Lagu Portugis

OPINI | 23 February 2013 | 21:48 Dibaca: 2599   Komentar: 0   9

13619349061651453869

(ilust oserialblogger.blogspot.com)

Kita semua tentu sangat familiar dengan lagu anak ‘Burung Kakaktua’ yang liriknya berbunyi Burung Kakatua/ Hinggap di jendela/ Nenek sudah tua/ Giginya tinggal dua. Namun dengan melodi yang persis sama, pada waktu kecil kita juga belajar menyanyikan lagu ‘Topi Saya Bulat’ yang liriknya berbunyi ‘Topi saya bulat/ Bulat topi saya/ Kalau tidak bulat/ Bukan topi saya. Lagu ini ternyata berasal dari Portugis yang saya tengarai diperkenalkan pelaut-pelaut Portugis pada saat menjajah tanah air kita di zaman baheula.

Kita cermati dahulu kata ‘topi’ yang ternyata adalah hasil serapan dari kata Portugis ‘chapéu’. Dan selanjutnya dapat Anda simak lirik lagu ini yang mempunyai kemiripan dengan lirik lagu ‘Topi Saya Bulat’. Lirik dalam bahasa Portugis berbunyi sebagai berikut:

O meu chapéu tem três bicos
Tem três bicos o meu chapéu
Se não tivesse três bicos
O chapéu não era meu.

Terjemahan dalam bahasa Inggris adalah sebagai berikut:

My hat, it has three corners,
Three corners has my hat,
And had it not three corners,
It would not be my hat.

Kalau dalam lirik bahasa Indonesia topinya berbentuk bulat, maka dalam bahasa Portugis topi ini berbentuk segi tiga. Topi segi tiga ini dinamakan ‘tricorne’ atau ‘tricorn’ adalah topi yang biasa dipakai oleh Napoleon atau yang suka kita sebut dengan ‘topi bajak laut’. Di abad 18, topi segi tiga ini sangat popular dipakai baik oleh orang sipil maupun pelaut/tentara. Membandingkan melodi versi Portugis dan versi Indonesia memang ada sedikit perbedaan, namun tak diragukan lagi bahwa kedua lagu ini ‘bersaudara kembar’.

Lantas, apakah lagu anak ini hanya dikenal di Portugis dan Indonesia saja? Ternyata lagu yang tak diketahui penggubah aslinya, justru sudah melanglang buana ke segala penjuru dunia. Kalau Anda lihat terjemahan bahasa Inggris di atas, memang demikianlah lirik yang didendangkan oleh anak-anak di Amerika Serikat. Judulnya juga tak jauh berbeda dengan judul aslinya yaitu ‘My hat, it has three corners’. Dalam bahasa Perancis dia dinamakan ‘Mon chapeau a trois coins’ dan dalam bahasa Jerman dengan nama ‘Mein Hut, der hat drei Ecken’. Dan masih banyak lagi versi dalam bahasa-bahasa lain di Negara Eropa.

Membuat hipotesa bagaimana lirik ‘Topi Saya Bulat’ bermodifikasi menjadi ‘Burung Kakaktua’ saya membayangkan pelaut-pelaut Portugis yang memang hobi memelihara burung kakaktua dan dibiarkan bertengger di pundaknya. Lihatlah pula baris kedua dari lirik ini ‘Hinggap di jendela’. Tahukah Anda bahwa kata ‘jendela’ juga serapan dari kata bahasa Portugis ‘janela’. Jadi bukan ‘kebetulan’ lirik lagu ini berkata ‘burung kakatua yang hinggap di jendela’, bukan di dahan pohon.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

My Mother Is…? …

Salmah Naelofaria | | 20 April 2014 | 15:03

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 16 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 17 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 18 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 19 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: