Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Analgin Ginting

Peduli, Memberi dan Berbagi.

12 Fakta Penyerbuan Lapas Cebongan

OPINI | 28 March 2013 | 23:12 Dibaca: 1276   Komentar: 0   1

Fakta adalah sebuah kebenaran logika yang selalu menyertai pengalaman empiris.   Biasanya fakta akan menjadi fakta kalau semua keberatan yang diajukan kepadanya dapat dijawab dengan benar, logis dan mempermudah pemahaman.  Berikut ini adalah 12 Fakta tentang kejadian penyerbuan Lapas Cebongan yang menewaskan empat  orang narapidana.

1.    Empat orang tawanan yang ditembak mati di Lapas Cebongan Sleman merupakan pengeroyok Sertu Heru Santoso Anggota Kopassus, Kandangan Menjangan Karto Suro.
2.    Empat orang tahanan dipindahkan polisi dari rumah tahanan polisi ke Lapas Cebongan meskipun status hukumnya belum jelas.
3.    Lapas Cebongan berada ditempat sepi,  apalagi pada malam hari atau dini hari, sehingga gerak gerik tamu atau orang yang datang ke Lapas ini tidak dilihat dan diketahui oleh masyarakat.
4.    Ada Narapidana lain yang juga mendekam dalam Lapas Cebongan, sehingga mereka pasti ada yang melihat kejadian.
5.    Para Penyerbu berjumlah 17 orang dengan pembagian tugas yang sangat rapi dan trampil memerankan semua peranan yang diberikan kepada dirinya.  Akibatnya cara kerja mereka sangat efisien 15 menit, dan efektif.  Sebab keempat tahanan yang ditembak benar benar meninggal dan CCTV beserta seluruh peralatannya dapat mereka ambil.
6.    17 orang penyerbu  mempunyai peralatan dan persenjantaan yang dapat mereka kuasai dan mainkan dengan baik, serta sangat sesuai dengan tubuh masing masing anggota penyerbu.  Dan semua perlengkapan dan persenjataan yang mereka bawa seragam baik warna maupun  maupun bentuknya.
7.    Dapat dipastikan bahwa semua peralatan, perlengkapan dan persenjentaan yang mereka pakai berasal dari tempat yang sama.
8.    Postur tubuh semua penyerbu menurut kesaksian yang ada mirip satu dengan yang lainnya, sehingga dapat disimpulkan mereka mengalami latihan yang sama atau standar kualifikasi yang sama.
9.    Mereka datang dengan lebih satu kenderaan (minibus) dalam waktu yang bersamaan, sehingga dapat dipastikan mereka berangkat dari tempat yang sama dalam waktu yang bersamaan.
10.    Setelah kejadiansemua penyerbu berangkat dengan kenderaan yang sama saat mereka datang, pergi secara bersamaan dan akan menuju tempat yang sudah ditetapkan sebelumnya.
11.    Seandainya setelah meninggalkan Lapas Cebongan mereka pergi menyebar dan menuju tempat yang berbeda kemungkinan besar satu atau dua para penyerbu dapat diketahui dan ditemukan karena  siapnya Inteligen Polisi maupun BIN.
12.    Saat mereka para penyerbu mempersiapkan rencana penyerbuan, menyerbu dan bersembunyi setelah melakukan penyerbuan sama sekali tidak dapat terdeteksi oleh Dinas Inteligen. Sehingga sampai saat ini tidak diketahui sama sekali keberadaan mereka dimana.  Ada dua kemungkinan para penyerbu mempunyai kemampuan menyembunyikan diri yang secara rata rata diatas kemampuan semua dinas inteligen atau mereka bersembunyi di suatu tempat yang angker bagi dinas inteligen.

Inilah 12 fakta yang menurut kami sulit terbantahkan.  Namun kemungkinan besar masih ada fakta yang lain yang secara logika berfikir tidak bisa dibantah.

Nah dari semua fakta ini kalau dikaitkan dan ditarik benang merahnya apa kesimpulan yang bisa ditarik?  Marilah masing masing kita membuat kesimpulan untuk diri kita sendiri.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Foto: Slamet, Raksasa dari Pulau Jawa …

Hendra Wardhana | | 17 September 2014 | 12:29

Referendum Skotlandia, Aktivis Papua Merdeka …

Wonenuka Sampari | | 17 September 2014 | 13:07

Anggota BPK, Jabatan Karier atau Politik? …

Galumbang Sitinjak | | 17 September 2014 | 13:37

Etika Meng-counter Tulisan di Kompasiana …

Samandayu | | 16 September 2014 | 19:16

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 5 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 7 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 7 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Sayang, Aku Cinta Padamu …

Nidaul Haq | 7 jam lalu

Pertanyaan Maut …

Lasro Siahaan | 7 jam lalu

Kamar Tanpa Jendela …

Tri Lovianti | 7 jam lalu

Kenaikan LPG 12 Kg sebagai Sarana Berbagi …

Bai Ruindra | 8 jam lalu

Mesut Oezil: Playmaker Tanpa Dukungan …

Agung Wicaksono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: