Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Anam Prasetiyo

Anam Prasetiyo, pemuda berumur 20 tahun penuh semangat untuk memperbaiki diri demi kemuliaan bangsa. Sekarang selengkapnya

Limbah Kulit Pisang Disulap Menjadi Uang?

REP | 23 April 2013 | 17:31 Dibaca: 993   Komentar: 6   3

1366711760134446282Limbah kulit pisang disulap menjadi pundi-pundi yang menguntungkan (uang)? Bagaimana caranya?

Kulit pisang yang merupakan limbah organik dari buah pisang dapat ditemukan  di berbagai tempat khususnya pasar buah, warung nasi, maupun tempat-tempat umum. Kulit pisang ini biasanya tergeletak begitu saja di tempat-tempat sampah tanpa ada yang peduli terkait dengan keberadaannya. Siapa sangka ternyata kulit pisang yang banyak diabaikan dan diremehkan orang bisa menjadi sebuah bahan yang bernilai,bahkan menguntungkan.

Ditangan 4 Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya  yaitu Anam Prasetiyo, Dodik Dwi, Elok Fikri Hanim dan Lia Ni’matul Ulya limbah kulit pisang yang biasanya hanya dibuang kini  disulap menjadi produk olahan berupa makanan yang modern dan bisa dinikmati oleh masyarakat berbagai  kalangan. Produk tersebut berupa nugget yang terbuat dari kulit pisang.

Kulit pisang sendiri sudah terbukti mempunyai kandungan nutrisi yang cukup baik bagi manusia. Hasil penelitian tim Universitas Kedokteran Taichung Chung Shan, Taiwan, memperlihatkan bahwa ekstrak kulit pisang ternyata berpotensi mengurangi gejala depresi dan menjaga kesehatan retina mata. Selain kaya vitamin B6, kulit pisang juga ternyata banyak mengandung serotonin yg sangat vital untuk menyeimbangkan mood. Selain itu, ditemukan pula manfaat ekstrak pisang untuk menjaga retina dari kerusakan cahaya akibat regenerasi retina.

Salah satu tim Nugget yang biasa dipanggil sahabat kupis (kulit pisang) menyampaikan ide itu muncul karena terinspirasi dari es krim kulit pisang yang sudah ada dan dikenalkalangan masyarakat umum. Ide untuk membuat nugget berbahan dasar kulit pisang dapat terealisasi dengan diajukannya proposal yang diajukan tersebut berjudul 13667130221366604804 Sebagai Panganan Murah dan Ramah Lingkungan kini sudah mendapat banyak dukungan dari fakultas bahkan universitas yang akhirnya mendapatkan pendanaan dari Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (DIKTI).

13667120731347307222

Setelah diproduksi dan dijual, nugget kulit pisang ini mendapat berbagai tanggapan positif dari konsumen karena berbeda dengan nugget yang ada dipasaran yang terbuat dari daging ayam atau sapi. Menurut konsumen nugget kulit pisang mempunyai cita rasa yang khas bila mengkonsumsinya karena nugget ini bebas bahan pengawet. Kini dari nugget kulit pisang keempat mahasiswa ini dapat meraih uang untuk mengisi kocek mereka secara mandiri.

(Anam/elis)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 11 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 12 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 13 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 13 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Pangeran Samudera …

Rahab Ganendra | 7 jam lalu

Menumbuhkan Budaya Malu antara Bersubsidi …

Van_nder | 8 jam lalu

“Ulah Meuli Munding …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Dari Cerita Rakyat Ikan Tapa Malenggang, …

Muhammad Aris | 8 jam lalu

Awalnya Peduli, Lama-lama Mencuri …

Dina Agustina | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: