Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Tjiptadinata Effendi

Lahir di Padang,21 Mei 1943 alamat: 69 The Avenue.Mount Saint Thomas.NSW.2500 /Australia Indonesia: Mediterania Boulevard Apartement Lantai 27 BL.Kemayoran/Jakarta selengkapnya

Rahasia Awet Muda Negeri Fira’un

HL | 22 May 2013 | 20:49 Dibaca: 2737   Komentar: 93   33

1369229073155379299
doc.pri

RAHASIA AWET MUDA NEGERI FIRA’UN.

Sejak duduk di bangku Sekolah Rakyat (sekarang namanya Sekolah Dasar),saya senang sekali membaca hal hal yang berhubungan dengan Mesir. Tentang Sungai Nil ,Piramida dan misteri misteri kehidupan Fira’un. Pada waktu itu,sebagai seorang anak,saya hanya bisa bermimpi tentang Mesir.

Hingga beranjak dewasa,impian tentang negeri dengan seribu satu misteri ini,tidak pernah pudar,bahkan ibarat bara api,semakin lama semakin menyala nyala. Tetapi ternyata ,antara sebuah impian,hingga terwujudnya menjadi kenyataan,ada rentang waktu yang panjang. Ada jembatan yang licin dan terjal ,yang harus dijalani,untuk dapat mencapai keseberang .

Harapan yang tadinya menggebu gebu,terkandas dengan realita kehidupan yang keras,pahit dan membatu. Rencana rencana yang tadinya muluk muluk,satu persatu gugur,terbentur pada kegagalan demi kegagalan.Tidak jarang membuat benteng diri,menjadi goyah dan rapuh.Tetapi semuanya ini,ternyata tidak mampu menghapuskan impian masa kanak kanak saya: “Mengunjungi Mesir”

Saya bersyukur,kepahitan hidup,penderitaan,bahkan beberapa kali dihadang oleh maut,berkat rahmat Tuhan,saya bisa selamat.

Belasan tahun berlalu…

1369229274574557505
doc.pri/Nile River..dipercayai airnya mengandung khasiat ,mencegah ketuaan

AKHIRNYA IMPIAN ITU JADI KENYATAAN

Mungkin bagi orang lain,mengunjungi Mesir itu hanya seperti jalan jalan ke Pasar Tanah Abang. Tetapi bagi saya dan istri,sungguh merupakan suatu kebahagiaan yang luar biasa. Walaupun kami sudah tidak terhitung kalinya kami terbang keluar negeri.Mungkin karena terobsesi ,impian sewaktu masih kecil.

Biasanya kami lebih senang traveling berdua,tidak ikut rombongan tur. Tapi kali ini,rangkaian perjalanan ini termasuk rencana melayari Sungai Nil ,hingga ke jantung Afrika,maka kami memutuskan untuk tidak mengambil resiko.  Kami memilih salah satu perusahaan traveling terbaik disana dan mendaftarkan diri.

MENUMPANG PESAWAT EMIRATES

Pada hari “H” nya,maka sesuai rencana,kami menumpang pesawat Emirates,

Penerbangan yang memakan waktu sekitar 18 jam,dengan pesawat Emirates , sama sekali tidak menimbulkan rasa jenuh. Entah karena kursi pesawatnya yang empuk dan lapang,atau suguhan makanannya yang pas dengan selera,entah keramahan awak pesawatnya yang tidak pernah melepas seyum dari wajahnya,atau mungkin juga gabungan dari kesemuanya itu,saya tidak tahu persis. Tapi menurut perasaan saya pribadi, pelayanan yang diberikan ,merupakan yang terbaik yang pernah saya alami .

Di Bandara Aswan, kami sudah ditunggu oleh Mohammed, yang akan menjadi guide kami selama 21 hari di negeri firaun.ini. Langkah awal adalah bergabung dengan turis turis dari berbagai negara ,dalam paket :” 7 nights /8 days Nile Cruise From Aswan to Kairo”

Kami berdua tinggal melenggang naik bus ,yang akan menghantarkan kami melayari sungai terpanjang didunia ini. Karena segala sesuatu,mulai dari barang bawaan dan lain lainnya sudah ditangani oleh Muhammad,seorang pria Mesir ,yang berusia sekitar 30 tahunan.

Bus dengan full ac dan tidak kalah empuk dari kursi pesawat ini,membuat penumpang dapat menikmati istirahat yang menyenangkan ,sementara si Mohammed,dengan antusias memberikan penjelasan,sambil sesekali melemparkan humornya yang segar dan santun.

Entah berapa lama perjalanan dari bandara ke dermaga,dimana kapal pesiar sudah menunggu,saya tidak tahu,karena saya duduk sambil terkantuk kantuk. Tiba tiba Mohammed membangunkan kami :” Kita sudah sampai…”

Kami semuanya turun memasuki dermaga ,dimana Nile Cruise sudah menanti kedatangan kami.

Sebelum menginjakkan kaki kedalam kapal pesiar yang akan membawa kami melayari urat nadi Afrika ini,saya berhenti sejenak didermaga . Mencelupkan kedua belah telapak tangan,meraup air S

ungai Nil ini dan membasuh wajah.saya…. Ternyata saya tidak bermimpi..

Saat ini saya dan istri, benar benar menapakkan kaki kami di tepian Sungai Nil ,yang merupakan impian kami sejak belasan tahun yang lalu..Tak kuasa saya menahan jatuhnya air mataku ,yang kemudian berbaur dengan air sungai yang terpanjang di dunia.

Sesuatu yang besar dan sangat berarti bagi kita ,mungkin bagi orang lain adalah suatu hal yang biasa biasa saja atau juga mungkin sesuatu yang sepele.Namun, bagi kami, lagi satu impian yang jadi kenyataan, Rasa syukur yang meluap luap dalam kalbu,menyebabkan dada saya sesak oleh rasa syukur.

Sesaat terbayang kembali ketika kami hidup dalam kemelaratan selama bertahun tahun. Pernah jadi kuli bongkar muat barang ,kuli di pabrik karet di Medan.bahkan untuk makan sehari 3 kali saja ,merupakan sesuatu yang sangat susah…

Bagaikan mimpi,saat ini kami mendapatkan kesempatan untuk menikmati keindahan Sungai Nil,dimana Nabi Musa pernah dihanyutkan disini… Sungguh Mahabesarlah Engkau Ya Tuhan…Engkau selalu memberi jalan kepada setiap orang yang mau dan bekerja keras untuk mengubah nasibnya….

Falsafah hidup yang selalu saya ingat adalah :”Tak seorangpun dapat mengubah nasib kita,kecuali kita sendiri, Bahkan Tuhan juga tidak akan mengubah nasib seseorang,bila orang tersebut tidak mau berusaha mengubah nasibnya…”

Menurut penjelasan Muhammad ,guide kami :

Sungai Nil merupakan sungai terpanjang di dunia, Panjangnya mencapai hampir 7000 kilometer.Sumber kelangsungan hidup sungai Nil ini adalah mata air raksasa yang berlokasi di pegunungan Kilimanjaro di Afrika Timur.Sungai ini menjadi sumber kehidupan bagi 4 negera yang merupakan bagian dari benua Afrika.yaitu Mesir,Uganda,Sudan dan Ethiopia. Karena hanya daerah yang digenangi oleh air sungai Nil inilah yang merupakan tanah yang subur,yang mencapai lebar sekitar 20 hingga 50 kilometer ke pedalaman.Selebihnya adalah gurun pasir yang tandus dan gersang.

Menurut legendanya air sungai Nil ini berasal dari air mata Dewi Isis,yang selalu meratapi putra tercintanya yang tewas dalam pertempuran. Dewi Isis di idola kan mulai dari kalangan paling bawah,hingga ke atas,karena merupakan istri dan sekaligus ibu,yang patut diteladani.

Sungai ini merupakan urat nadi negeri ini,karena tanpa Nil,Mesir hanyalah padang pasir gersang yang membakar. Oleh karena itu, lahirlah sebuah istilah “ Egypt is the gift of the Nile River”.(Mesir adalah hadiah dari Sungai Nil).

MELAYARI SUNGAI NIL

13692304362006682753
doc.pri/bendungan ASWAN

Kapal pesiar yang akan membawa kami mengarungi Sungai Nil ini,cukup besar dan tertata rapi. Begitu melangkah masuk kedalam ruangan kapal, langsung terasa udara air condition yang amat menyejukkan . Apalagi suhu diluar mencapai angka 48 derajat Celcius disiang itu.

Kami beruntung menempati kamar ,dimana dapat memandangi air sungai Nil yang mengalir dengan sangat tenang dan damai.

Sambil berbaring melepaskan lelah,kami dapat menyaksikan pesona alam , berpadu dengan riak air,yang menyibak terbelah lajunya kapal,untuk sesaat bertaut kembali..

Ketika sang surya mulai meredup,kami dapat menyaksikan pesona alam,yang menciptakan perasaan damai ,seolah kami berada dialam lain.

Bahkan ketika malam mulai memeluk bumi,keindahannya tidak semakin surut,karena, sungai Nil menjadi hidup dengan lampu lampu.baik yang memantul dari lampu kapal,maupun cahaya yang datang dari rumah rumah penduduk disepanjang sungai.

Wajah sungai Nil yang membentang, berubah menjadi sebuah cermin raksasa,yang memantulkan pesona alam sekitarnya….Wonderfull…Betapan Agungnya Sang Mahapencipta.

Memandang pesona alam yang memukau,seolah kita dapat melihat “wajah Tuhan” melalui kreasi ciptaanNYA.

Sambil menikmati santap malam yang aduhai, para penumpang Nile Cruise ini disuguhkan tarian tradisional “ Belly Dance”, atau tarian perut. Selesai acara ,penari mendatangi meja tamu dan mengabadikan moment ini dengan foto bersama sang penari.

Delapan hari mengarungi Sungai Nil hingga mencapai jantung Afrika,terasa amat singkat. Disepanjang perjalanan, kelihatan pohon pohon kurma yang sarat dengan buahnya.

MENELUSURI PIRAMIDA

1369229656885940375
doc.pri

Puas menikmati pelajaran disepanjang Sungai Nil ini, akhirnya ,kami dibawa menelusuri Mesir lewat jalan darat dan udara. Kami singgah di kota Alexandria ,yang merupakan salah satu kota peradaban kuno di negeri Firaun ini,

Kota Alexandria atau dikenal juga dengan nama Iskandariyah,merupakan pelabuhan laut utama di Mesir. Kota yang merupakan kota kedua terbesar di negeri Cleopatra ini, di namakan berdasarkan nama pendirinya Iskandar Yang Agung (Iskandar The Great). Populasi penduduk disini,menurut guide kami Mohammed, berjumlah mendekati angka 4 juta jiwa.

Dikota ini kita masih bisa menyaksikan perpaduan antara dua kebudayaan dunia. Gereja gereja yang didirikan pada jaman Romawi,masih tertata dengan apik dan dijadikan museum,sebagai salah satu objek wisata disini.

Disisi lain,masih dikota yang sama,kita juga dapat menjaksikan budaya yang bernuansa Islam

Kota ini termasuk kota modern,dimana bisa kita lihat dari restaurant dan hotel hotel megah dan cara berpakaian pria dan wanitanya, tidak banyak beda dengan Jakarta. Melihat wanita yang bergaun mini dan merokok di cafe cafe,juga merupakan pemandangan yang lumrah disini.

1369229834758729379
doc.pri/salah satu sudut Kairo

KAIRO

Di Kairo kami menginap di Hotel bintang 4 ,Ramsees ll . Kami sangat beruntung,begitu jendela kamar kami buka, bagaikan mimpi,kami menyaksikan piramida dengan sangat jelas.

Gemuru rasa didada,karena sesaat lagi, satu lagi impian kami akan jadi kenyataan, yaitu mengunjungi Piramida

1369230269730047319
doc.pri/background Alexandria

Piramida Giza

Mengunjungi Mesir,tentunya tidak lengkap bila belum mengunjungi Piramida. Apalagi, bagunan kuno yang diselimuti kabut misteri ini merupakan salah satu dari keajaiban dunia. (The Seven Wonders of the Ancient World).

Bagunan raksasa ini didirikan 3000 tahun sebelum Masehi,dimana konon kabarnya pada waktu itu penduduk dunia masih berjumlah sekitar 20 juta orang,

Hingga saat ini ,Piramida masih menyimpan sejuta misteri yang belum terpecahkan. Apakah benar benar merupakan misteri atau dibuat sedemikian rupa, agar tetap mengundang banyak turis ,tidak ada yang tahu.

Yang pasti,hadir disini membuat kita merinding,membayangkan bagaimana balok balok beton raksasa itu dibuat, dari bahan apa dan bagaimana pula menyusunnya. Padahal pada masa itu belum terdapat mesin mesin seperti jaman kini. Maka lagi lagi tercipta mitos,bahwa Piramida ini dibangun oleh makluk ruang angkasa atau makluk misteri. Kira kira mirip dengan mitos,bagaimana Candi Borobudur dibangun.

Bercerita tentang negeri yang menyimpan sejuta misteri ini ,tentunya tidak pernah akan habis habisnya. Yang jelas, semakin banyak kita berjalan, semakin banyak yang dilihat dan semakin menjadikan kita rendah hati,bahwa dihadapan karya mahaagung sang pencipta ,kita seperti debu yang berterbangan, apalagi berhadapan dengan Sang Pencipta Yang Mahaagung…

MENDAPAT SAHABAT DI MUSEUM

1369230003364183996
doc.pri/ditengah adalah sahabat saya:Mustofa/90 tahun

Sebelum meninggalkan bangunan kebanggan Mesir ini,kami menyempatkan diri untuk singgah di Museum.Tidak begitu banyak tamu disini.Mungkin museum dianggap objek wisata yang tidak begitu menawan. Penjaga Museum sangat ramah dan cukup fasih berbahasa Inggeris. Ia memperkenalkan diri ,nama saya :”Mustofa”,sambil menyalami saya. Saya sebutkan nama singkat saya :” Effendi”

“Like Turkey’s name”,kata Mustofa antusias, Where do you come from Sir?

“I come from Indonesia.”

“Indonesia?”.You are my brother ,katanya sambil memeluk saya. Maka tanpa diminta,Mustofa mulai membuka pembicaraan yang panjang lebar. Tidak etis rasanya meninggalkan orang tua yang sedang antusias berbicara. Maka saya mendengarkan dengan sabar.sementara teman teman lain ,yang serombongan sudah berjalan menelusuri lorong lorong museum.

“Hmm anda tahu.bahwa negara kami,adalah yang pertama mendukung kemerdekaan Indonesia. Makanya anda adalah saudara saya. Oya,anda tahu apa arti nama Effendi?”

Jujur saya jawab,saya tidak tahu,

“Nah,nama Effendi itu adalah nama yang umum di Turkey,artinya “Master”, orang yang dihormati.”nice name,”Katanya sambil menepuk pundak saya dengan lembut.

“Karena anda adalah saudara saya,maka saya ingin membagi rahasia hidup. Menurut anda.,usia saya berapa?”

“ Mungkin sama dengan saya,around 70 years old.” jawab saya.

Dan si Mustofa ketawa terbahak bahak…”Next year I should become 90 years old ,my brother”

Nah,saya buka rahasia hanya untuk anda berdua katanya”

RAHASIA AWET MUDA

-mandi atau bersihkan wajah dengan air Sungai Nil,kalau bisa di minum.

-jangan punya musuh seorangpun.

-tiap hari tambah minimal satu orang teman.

-selalu bersyukur

Anda tahu kenapa?” Karena air Sungai Nil itu mengandung khasiat .menjadikan orang awet muda.Bahkan lumpurnya dimanfaatkan oleh kaum wanita sebagai masker untuk mencegah kerutan pada wajah.

Kalau dijaman dulu,dipercayai sebagai air mata Dewi Isis.

Anda pasti pernah mendengarkan tentang kecantikan Ratu Cleopatra. Ia bukan mandi dengan air susu,.seperti yang banyak diberitakan,melainkan dengan air Sungai Nil. Tapi rahasia itu tidak boleh dibukan untuk siapapun,makanya dikatakan Ratu mandi dengan air susu dan madu.

-Ratu Cleopatra memiliki banyak teman,karena tiap satu orang teman,akan menambah usia satu musim.

Karena itu,setiap hari ,minimal saya cari teman baru satu orang. Hari ini anda,bukan hanya teman saya,tetapi juga saudara saya.

SAATNYA BERPISAH

Karena rombongan kami sudah mau meninggalkan lokasi museum.saya pamitan pada Mustofa dan menyelipkan uang dollar ditangannya. Tapi wajahnya berubah,menjadi serius. “Effendi,uang yang anda berikan ini,saya dengan 2 minggu gaji saya.Tapi kalau saya terima,maka kita bukan saudara lagi,karena sudah dibayar..”,katanya sambil mengembalikan uang ketangan saya.

Aduh,saya jadi serba salah dan minta maaf. Mustofa bilang,tidak apa apa,anda tidak salah.karena saya tidak memberitahu pada anda.

Dipintu gerbang keluar,saya tanya pada Mustofa:”Bagaimana kalau rahasia awet muda ini,saya bagikan pada saudara saudara kita di Indonesia?”

“ O ya boleh boleh,silakan.karena Indonesia saudara Mesir. Jangan lupa bawa pulang air Sungai Nil dalam botol ya”

Saya hanya tersenyum dan tidak menyawab…melambaikan tangan dan kamipun berpisah..

Catatan:

Dalam perjalanan pulang,pembicaraan dengan Mustofa ini,terngiang ngiang kembali ditelinga saya.

Saya membasuh wajah dengan air sungai Nil,bukan karena percaya,air itu adalah air mata Dewi Isis,tetapi sebagai ungkapan rasa syukur .Apakah mungkin air sungai Nil,mengadung bahan bahan alami untuk mencegah kerutan? Jujur,saya tidak tahu.

Tapi kalau “Semakin banyak teman,akan semakin bertambah usia,” agaknya cukup masuk akal. Bayangkan andaikan kita tidak punya teman,hmm pasti kesepian dan cepat tua .

Semoga kisah perjalanan ini,ada manfaatnya untuk dibaca.Tentunya sama sekali tidak mengarahkan  teman teman untuk ramai ramai mandi air sungai Nil,apalagi meminumnya…

Mount St.Thomas,22 Mei,2013

Salam hangat,

Tjiptadinata Effendi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 9 jam lalu

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 10 jam lalu

Invasi Tahu Gejrot …

Teberatu | 11 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 13 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Hakuna Matata, Selamat Malam …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Embun Api …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Hati-Hati Menggunakan Kamera Saku Digital …

Abebah Adi | 8 jam lalu

Hati Kedua …

Joshua Lie | 8 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Kalung Lonceng Raja Lori - …

Ghumi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: