Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Ali Assyadath

Acheh’s resident for a life time..a lover of Acheh’s culinary..hater of dirrty and filthy politics selengkapnya

Jejak Freemasonry di Meuligoe Wali Nanggroe

OPINI | 31 May 2013 | 08:37 Dibaca: 3037   Komentar: 9   4

13699625611158969821

Sumber: http://www.flickr.com/photos/aliassyadath/8885762107/(ilustrasi pribadi)

Memandang keindahan istana Meuligoe Wali Nanggroe yang sedang dalam tahap pembangunan di Blang Panyang Lampeunerut Aceh Besar, rasa-rasanya seperti melihat keindahan bangunan dengan gaya arsitektur Eropa peninggalan abad ke-15 s.d 17. Masa-masa ketika Eropa tengah mengalami sebuah revolusi kebudayaan yang dikenal dengan Renaissance Age dimana kebudayaan, seni dan arsitektur modern bangkit dan menjadi pijakan trend modern hingga saat ini.

Pada masa itu pula, diperkirakan awal berdirinya sebuah organisasi sekuler yang mendewakan ilmu pengetahuan dan kebebasan berfikir serta anti terhadap berbagai dogma (khususnya agama) di seluruh dunia bernama freemasonry. Organisasi persaudaraan ini, meskipun tidak memiliki kantor dan pusat kegiatan namun telah menyebar ke seluruh dunia dan bahkan memiliki akses luar biasa ke para politisi, Astronot, ilmuwan, pengusaha besar hingga pemimpin negara. Di Amerika Serikat sendiri setidaknya terdapat lebih dari 2 juta anggota Freemasonry. (lihat link ini berupa list anggota dan profesinya http://procinwarn.com/freemasons.htm) Mulai dari George Washington, Presiden AS pertama hingga Senator John Kerry yang saat ini menjadi Menlu AS.

13699626631742458647

Simbol-simbol Masonic/dajjal (Sumber: Sumber: http://skywriter2012.wordpress.com/freemasonry/freemasons/)

Jejak-jejak freemasonry di Indonesia juga terlihat pada gedung-gedung bersejarah peninggalan Belanda, seperti Museum Nasional, Museum Fatahilah, Gedung Bappenas yang sering disebut masyarakat luas sebagai gedung setan tempat para Masonic memanggil arwah orang mati, serta puluhan bangunan lainnya yang tersebar di Jawa Tengah, Sumatera, Jawa Timur dan Makassar. (http://id.wikipedia.org/wiki/Freemasonry_di_Indonesia).

Freemasonry menurut pandangan Islam

Bagi Islam, freemasonry merupakan organisasi dari kelompok Yahudi yang menjalankan perintah kegiatan dari zionis Yahudi yang berada di Eropa untuk menghancurkan Islam (Kesimpulan dari pertemuan Hukum Islam di Universitas Kairo tanggal 15 Juli 1978). Selanjutnya, Freemasonry dianggap melakukan praktek-praktek agama pagan dengan melakukan upacara dan ritual-ritual paganisme yang menurut Ahli Hukum Islam Harun Yahya, berupaya menghancurkan agama di belahan Eropa dan benua lainnya untuk kemudian diarahkan kepada Paganisme melalui sistem politik gaya Nazi (Ketika Otto von Bismarck menjadi Perdana menteri Jerman tahun 1872 -1890 meluncurkan politik anti Katolik yang disebut Kulturkampf yang didukung para Masonic yang menilai bahwa gereja Katolik Roma pada saat itu mempunyai kekuatan politik terlalu besar), maupun praktek-praktek kegiatan mafia dan korupsi (skandal Grant Orient Italia tahun 1980).

Dalam dunia Islam modern, Kecurigaan terhadap freemasonry di masa kini bisa ditelusuri kepada artikel 17, 22, dan 28 dalam dokumen Hamas 1988 yang mencurigai Freemason, Rotary, Lion dan organisasi rahasia lainnya sebagai alat untuk menyelipkan kepentingan Israel. Meskipun tidak pernah terbukti secara jelas namun teori konspirasi kerap kali menyelimuti organisasi persaudaraan kontroversial ini.

Bagaimana dengan di Aceh?

Aceh sebagai negeri yang bersyariatkan Islam pun tampaknya tak luput dari kuatnya pengaruh organisasi Freemasonry ini. Berbeda dengan yang ada di daerah lain di Indonesia, dimana rata-rata bangunan freemasonry adalah gedung-gedung bersejarah peninggalan penjajahan Belanda, di Aceh justru dibangun gedung baru dengan gaya arsitektur Eropa yang mirip dengan bangunan-bangunan arsitektur Freemasonry.

Istana Meuligoe Wali Nanggroe yang mulai dibangun sejak tahun 2012 lalu, memiliki gaya arsitektur Eropa yang memiliki bentuk-bentuk yang menggambarkan simbol-simbol freemasonry. Mulai dengan kubah utama yang berbentuk pyramid dengan lingkaran di tengahnya yang sangat mirip bola mata, hingga keenam pilar yang menopang kemegahan istana ini. Kemiripan arsitektur istana Wali Nanggroe dengan gaya arsitektur freemasonry dapat dilihat sebagai berikut;


1. Kubah berbentuk pyramid dengan lingkaran menyerupai bentuk mata. Pyramid dalam agama pagan yang diyakini oleh kelompok Freemasonry dianggap memiliki makna channeling energy (penyaluran energi) yang berguna pada saat melakukan ritual-ritual khusus paganisme. Selanjutnya segitiga kubah dengan lingkaran di dalamnya sama dengan simbol the all seeing eye yang bermakna “mata tuhan” yang dapat melihat ke seluruh dunia.

13699633771741204692

Kubah utama Meuligoe Wali Nanggroe menyimbolkan the all seeing eye dan pyramid (Sumber: ilustrasi pribadi dan tribunnews com)

2. Pilar berjumlah 6 buah menggambarkan gaya arsitektur Eropa/Freemasonry yang memiliki makna    jumlah sudut dalam heksagram yang dikenal sebagai lambang dajjal, dibentuk dari 2 buah segitiga yang diposisikan saling berlawanan. Bentuk 6 pilar juga dapat dilihat di kuil-kuil sesembahan Masonic yang tersebar di seluruh dunia, salah satunya yang berada di Brisbane Amerika Serikat.

13699635882078242177

Enam pilar melambangkan keenam sudut dalam heksagram yang juga dikenal sebagai lambang dajjal (Sumber: tribunnews.com dan ilustrasi pribadi)

13699636951299273569

Masonic Memorial Temple di Brisbane AS memiliki 6 pilar yang sama dengan Meuligoe Wali Nanggroe (Sumber:http://en.wikipedia.org/wiki/File:Masonic_Memorial_Temple,_Brisbane.jpg)

3. Dua kubah di samping kanan dan kiri istana, merupakan simbol freemasonry dari the two pillars of the east and west. The East bermakna sebagai tempat terbitnya matahari dimana Lucifer (Orang Eropa menganggap Lucifer sebagai Raja Iblis) yang dalam bahasa latin berarti bintang fajar. Sementara West menyimbolkan saat terbenamnya matahari dimana saat datangnya kegelapan.

13699639331025751051

Dua pilar Timur dan Barat yang menyimbolkan kedatangan bintang Fajar/raja iblis yang membawa kegelapan (Sumber:ilustrasi pribadi dan Tribunnews.com)

Terlepas dari benar atau tidaknya Istana Meuligoe Wali Nanggroe merupakan deskripsi dari sebuah paganisme yang diusung di bumi Serambi Mekah, secara logika saja, dipandang dari sudut arsitektur bangunan istana ini sama sekali tidak menggambarkan nilai-nilai keacehan apalagi keislaman. Banyak sekali model-model bangunan islam yang tak kalah indahnya yang tentunya dapat diadopsi oleh Wali Nanggroe maupun pemerintahan Aceh sebagai gambaran dari sebuah kemegahan dan keindahan islam seperti terdapat dalam link ini: http://www.defence.pk/forums/general-images-multimedia/93899-islamic-architecture-around-world-3.html


Selanjutnya, peletakan bangunan masjid (?) di belakang bangunan utama menunjukkan bahwa masjid/musholla tersebut hanya digunakan oleh lingkungan terbatas oleh pemilik istana maupun para stafnya bukan digunakan secara umum, artinya juga istana tersebut tidak dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Belum lagi apabila dilihat dari tabiat dan prilaku Sang Wali yang cenderung tidak dekat dengan rakyat Aceh dan lebih fokus dalam mengurusi hal-hal berbau politik yang sedianya sudah ditangani oleh pemerintah Aceh yang dipilih melalui sebuah proses politik yang demokratis. Entahlah apa jadinya Aceh ini, jika benar analisis tulisan saya di atas bahwa paganisme telah merasuk dalam kehidupan figur yang diharapkan sebagai “wali” bagi orang Aceh, maka sekali lagi, Aceh akan menjadi negeri yang semakin aneh!!!!



Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-Keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 6 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 7 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Agung Laksono Lanjutkan Warisan Kedokteran …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Mengenal Bunga Nasional Berbagai Negara di …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Cemburu Bukan Represent Cinta …

Diana Wardani | 9 jam lalu

“Account Suspended @Kompasiana Diburu …

Tarjo Binangun | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: