Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Kang Ahsa

www.albanduni.wordpress.com & www.kangahsa.blogdetik.com

Kang Jalal: Orangtua Hangat atau Orangtua Kawat?

OPINI | 31 May 2013 | 07:50 Dibaca: 348   Komentar: 1   2

Minggu kemarin dalam Milad Yayasan Muthahhari di Dago Bandung, Ustadz
Jalaluddin Rakhmat (Kang Jalal) dan Dr. Dedy Djamaludin Malik diundang untuk
sedikit berbagi pencerahan buat masyarakat dan orang tua murid di
sekolah-sekolah Muthahhari.

Ustadz Jalal yang pertama menjadi pembicara menyampaikan informasi
dari Ahmad Dhani yang tidak bisa hadir karena sedang ada acara di
televisi. Dalam pembicaraannya, Ustadz Jalal menyampaikan penelitian
seekor anak kera yang hidup dalam kandang dengan induk kera terbuat
dari kawat dengan makanan dan minuman tersedia. Juga anak kera yang
berada dalam kandang dengan induk kera terbuat dari boneka kain dan
busa yang kalau disandari terasa hangat. Kera yang bersama induk kawat
tidak menampakan keceriaan, malah senantiasa menyerang sesuatu yang
dimasukan pada kandang tersebut. Berbeda dengan anak kera dengan
induk boneka hangat. Ia terlihat ceria dan bergairah. Tidak memberikan
reaksi negatif ketika ada barang yang dimasukan dalam kandang.

“Dari penelitian itu disimpulkan bahwa seorang anak yang hanya diberi
makan tanpa kehangatan berupa kasih sayang dari orangtua akan berang
dan sikapnya cenderung buruk,” kata Ustadz Jalal, “kenakalan remaja
yang semakin banyak di negeri kita ini berasal dari kurangnya
kehangatan orangtua dan kasih sayang sehingga mencari perhatian dalam
bentuk lain yang cenderung negatif.”

Ustadz Jalal menyebutkan, “pelukan, sapaan, dan usapan dengan penuh
rasa cinta terhadap anak atau suami terhadap istri dan sebaliknya akan
menciptakan rasa bahagia dan hidup lebih harmonis”.

“Sekurang-kurangnya dua puluh kali pelukan yang harus dilakukan
orangtua untuk anaknya kalau ingin anaknya tertanam rasa kasih dan
cinta dalam jiwanya,” ujar Ustadz Jalal.

Kang Dedy yang kebagian mengomentari menyampaikan, “komunikasi non
verbal seperti pelukan dan apresiasi dengan milik muka yang ceria
lebih cepat menumbuhkan rasa cinta ketimbang komunikasi verbal.”

Talk show tambah meriah karena pembawa acara membagikan hadiah untuk
para pengunjung yang bertanya dan berkomentar.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | 8 jam lalu

Takut Pada Presiden Jokowi, Malaysia Bongkar …

Febrialdi | 8 jam lalu

Melihat dari Film II …

Nilam Sari Halimah | 8 jam lalu

Cara Efektif Menghafal …

Masykur | 8 jam lalu

Sembilu Cinta …

Christian Kelvianto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: