Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Kang Ahsa

www.albanduni.wordpress.com & www.kangahsa.blogdetik.com

Kang Jalal: Orangtua Hangat atau Orangtua Kawat?

OPINI | 31 May 2013 | 07:50 Dibaca: 349   Komentar: 1   2

Minggu kemarin dalam Milad Yayasan Muthahhari di Dago Bandung, Ustadz
Jalaluddin Rakhmat (Kang Jalal) dan Dr. Dedy Djamaludin Malik diundang untuk
sedikit berbagi pencerahan buat masyarakat dan orang tua murid di
sekolah-sekolah Muthahhari.

Ustadz Jalal yang pertama menjadi pembicara menyampaikan informasi
dari Ahmad Dhani yang tidak bisa hadir karena sedang ada acara di
televisi. Dalam pembicaraannya, Ustadz Jalal menyampaikan penelitian
seekor anak kera yang hidup dalam kandang dengan induk kera terbuat
dari kawat dengan makanan dan minuman tersedia. Juga anak kera yang
berada dalam kandang dengan induk kera terbuat dari boneka kain dan
busa yang kalau disandari terasa hangat. Kera yang bersama induk kawat
tidak menampakan keceriaan, malah senantiasa menyerang sesuatu yang
dimasukan pada kandang tersebut. Berbeda dengan anak kera dengan
induk boneka hangat. Ia terlihat ceria dan bergairah. Tidak memberikan
reaksi negatif ketika ada barang yang dimasukan dalam kandang.

“Dari penelitian itu disimpulkan bahwa seorang anak yang hanya diberi
makan tanpa kehangatan berupa kasih sayang dari orangtua akan berang
dan sikapnya cenderung buruk,” kata Ustadz Jalal, “kenakalan remaja
yang semakin banyak di negeri kita ini berasal dari kurangnya
kehangatan orangtua dan kasih sayang sehingga mencari perhatian dalam
bentuk lain yang cenderung negatif.”

Ustadz Jalal menyebutkan, “pelukan, sapaan, dan usapan dengan penuh
rasa cinta terhadap anak atau suami terhadap istri dan sebaliknya akan
menciptakan rasa bahagia dan hidup lebih harmonis”.

“Sekurang-kurangnya dua puluh kali pelukan yang harus dilakukan
orangtua untuk anaknya kalau ingin anaknya tertanam rasa kasih dan
cinta dalam jiwanya,” ujar Ustadz Jalal.

Kang Dedy yang kebagian mengomentari menyampaikan, “komunikasi non
verbal seperti pelukan dan apresiasi dengan milik muka yang ceria
lebih cepat menumbuhkan rasa cinta ketimbang komunikasi verbal.”

Talk show tambah meriah karena pembawa acara membagikan hadiah untuk
para pengunjung yang bertanya dan berkomentar.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukur Andoyo, Potret Ketulusan Pelayanan …

Andreas Pasolympia | | 03 March 2015 | 18:42

Perang Saudara di Irak Beralih ke Tikrit …

Dasman Djamaluddin | | 03 March 2015 | 21:19

Kompetisi Sepakbola Indonesia dan Teori …

Leonardi | | 03 March 2015 | 23:18

Batukaru, tentang Mendaki yang Mencoba …

Endah Lestariati | | 03 March 2015 | 17:51

“Saatnya Berpesta”, Celoteh Burung Nazar …

Akhmad Fauzi | | 03 March 2015 | 22:36


TRENDING ARTICLES

Menanti #SaveAnggotaDPRD DKI Jakarta …

Muksalmina Mta | 8 jam lalu

Komentar Yuddy dan Romli Asal Bunyi …

Hendra Budiman | 11 jam lalu

Soal Beras, Jokowi Kamu Ngapain Aja, Sih? …

Edy Mulyadi | 11 jam lalu

Walikota Jerman Tak Harus Duduk di Depan …

Gaganawati | 15 jam lalu

Koh Ahok, Kasihanilah Mereka …

Choiron | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: