Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Peragaan Kencing Dalam Botol dan Memakai Kondom

REP | 07 June 2013 | 10:09 Dibaca: 1400   Komentar: 2   1

Pergaan Kecing Dalam Botol dan Memakai Kondom

1370575359799145265

kapak kayu sedang muat barang di dermaga bus air Banjar Masin , semua foto dok andika

Hari Rabu dua hari lalu, saya diajak teman ikut “sosialisasi penyalahgunaan narkoba” dilanjutkan dengan “sidak lokasi” yang juga nelibatkan pejabat dan petugas BNN  dari Jakarta dan dari daerah di Banjarmasin. Salah satu lokasi sidak di dilakukan di “Dermaga Bus Air” Kota Banjarmasin

Masih pagi kami suadah menuju lokasi, ternyata di dermaga agak sepi.  Kata  sopir yang mengatarkan kami ke lokasi, pengguna jasa bus air yang dulu banyak, sekarang sudah beralih menggunakan sepeda motor, karena lebih efisien selain lebih hemat daripada menggunakan angkutan bus air.

137057542967456019

seberang dermaga

Di dermaga itu sedang merapat beberapa kapal kayu yang sedang muat barang untuk diangkut antar pulau atau lokal.

Dokter ketua tim ditengah sidak itu, tiba tiba cerita setelah mendapatkan beberapa orang ( nakhoda dan awak kapal) yang diminta kesediaannya untuk dilakukan tes narkoba itu, dia minta ke salah seoarang awak kapal “ bapak saya minta kencingnya untuk di cek,” kata pak dokter.

“ ini tempatnya, silahkan bapak kencing di toilet itu, pintunya jangan di kunci ya pak, biarkan terbuka”. Maksudnya biar si dokter bisa langsung mengawasi, karena pernah di tempat lain, botol atau untuk air kencing di isi air dari minuman botol, mungkin yang diminta kencingnya iseng atau apa tidak jelas juga kata dokter itu ngedumel….hehe,

Nah kemarin hari Rabu pagi itu, pak dokter sudah mengawasi dari jarak dekat, tampak kalau si awak kapal yang diminta kencingnya itu sedang mengeluarkan air kencingnya, pak dokter juga mengawasi kerja lain, lah kok ketika dia awasi lagi, si bapak itu kencing ditempatnya, tetapi wadah kencing tetap kosong yang diletakkan di pembatas tempat kencing di tolilet dermga itu.

13705759802088473274

si dokter memperagakan kencing yang dia minta, jadi siawak kapal enggak salah dong ya

Dokter buru buru mengingatkan lagi, “ bapak kencingnya di wadah itu dong”, katanya, si bapak yang diminta kencingnya nimpal “ waduh kirain…….”.hahahaha. Si dokter tidak tahan memperagakan kegeliannya, ada ada saja. Ya sudah katanya lagi, saya kasih dia minum air dalam botol, biar dia kencing lagi. Berhasil Cuma sedikitttt……..hehe.

“Yah, kok seperti peragaan pakai kondom untuk sosialisai KB ditahun 70-an ya, yang diperagakan memakai jempol itu, ternyata sosialisasi gagal karena kondom tetap dipakai dijempol pada saat berhubungan bukan pada rempat yang semustinya………hehe, saya menyela.

Pak dokter mengatakan , “ ya ya itu dulu, sekarang sudah tidak lagi” karena ada info itu maka, “ sekarang  peragaan sosialisasi penggunaan kondom untuk pencegahan HIV Aid, digunakan penis patung bali yang mirip dengan milik bapak bapak itu “ hahahaha, katanya, jadi tidak bakal salah lagi.

Pada saat pergaan memakai kondom menggunakan patung Bali itu, memang ada beragam reaksi kata pak dokter, ada yang tersenyum senyum geli terutama ibu ibu, ada juga yang sempat berteriak, “ wih pak dokter parno, pak dokter jorok ah”….hahahahaha. Ya sudah mau apa lagi, daripada salah lagi tambah pak dokter itu. Ya juga sepertinya…..hehe.

Cuma kalau minta air kencing seperti tadi, itu baru pengalaman pertama dan menjadi catatan untuk sosialisasi berikutnya tambah pak dokter.

Akan seperti apa nanti pak  dokter dan timnya memperagakan kencing dalam botol yang disediakan, dia belum menjelaskan……….onno ae………hehe.

Yo wess, salam sukses dari Jakarta.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tur Eropa dan Blunder Lanjutan Timnas U-19 …

Mafruhin | 7 jam lalu

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: