Back to Kompasiana
Artikel

Unik

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Awal Puasa, Sama-sama Islam Mengapa Berbeda?

OPINI | 09 July 2013 | 09:44 Dibaca: 1601   Komentar: 21   4

Telah bertahun-tahun lamanya di Indonesia terjadi perbedaan dalam menentukan hari awal puasa (1 Ramadhan) dan hari raya (1 Syawal). Saya sendiri sebagai seorang dewasa tidak mau ambil pusing masalah ini, tidak mau memperdebatkan apalagi mengatakan yang benar adalah versi Muhammadiyah dan lainnya, atau versi pemerintah, NU dan lainnya. Saya selama ini awal puasa ikut kata pemerintah saja, dan hari raya idul fitri (lebaran) ikut pemerintah juga (biasanya sama dengan kalender yang sudah bertanggal merah).

Mengapa hari raya Idul Fitri bisa selalu sama dengan tanggal merah di Kalender? Usut punya usut ternyata memang pemerintah sudah menentukan lebaran itu setahun sebelumnya, saat kalender untuk tahun depan akan dicetak, jadi tak perlu melihat bulan, matahari, planet atau komet lagi saat menentukan 1 Syawal.

Tapi kemarin kepala saya agak pusing menjelaskan pertanyaan cucu saya yang kelas 1 SD, tahun ini dia mau berpuasa penuh dari subuh sampai magrib, tahun lalu dia latihan berpuasa setengah hari, kadang-kadang kuat dari subuh sampai magrib.

Cucu saya bertanya beberapa hal, antara lain : Eyang, mengapa kita harus berpuasa? Apa yang membatalkan puasa? Mengapa bulan puasa tidak dibuat setahun 2x atau 3x, kan bagus, banyak orang berbuat baik dan beribadah? Mengapa awal puasa dan lebaran selalu berbeda-beda, kan sama-sama Islam, Tuhannya kan juga sama dan satu-satunya, Allah SWT? Berbeda-bedanya awal puasa dan lebaran itu bisa suatu waktu menjadi sama atau harus selalu berbeda?

Waduh, dalam hati saya berpikir, ini cucu pertanyaannya kritis dan dalam juga, saya pun menjawab yang bisa saya jawab, untuk yang saya ragu-ragu takut salah jawab saya tak memberikan jawaban. Salah dua pertanyaan yang saya gak berani jawab adalah 2 pertanyaan terakhir, yaitu ;

1. Mengapa awal puasa dan lebaran selalu berbeda-beda, kan sama-sama Islam, Tuhannya kan juga sama dan satu-satunya, Allah SWT?

2. Berbeda-bedanya awal puasa dan lebaran itu bisa suatu waktu menjadi sama atau harus selalu berbeda?

Mungkin rekan-rekan kompasianer bisa membantu saya memberikan 2 jawaban atas 2 pertanyaan cucu saya di atas, saya dengan sangat senang hati akan menghargainya sepanjang jawaban tersebut mudah dipahami oleh cucu saya yang kelas 1 SD tersebut.

Selamat menjalankan ibadah puasa rekan-rekan kompasianer, semoga puasanya Afdol dan full sampai hari raya nanti.

Tags: awalpuasa

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 5 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 7 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 9 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 10 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: